Analisa cepat seorang dokter

Sore ini saya ke dokter dikarenakan sakit, kalau tidak sakit mungkin saya ke mall HAH… (ko gambar) tepat nya kesebuah klinik di sekitaran jalan cumi-cumi tetanggan dengan jalan sunu, sudah 2 hari demam, tenggorokan sakit, kepala pening, badan menggigil, tapi tidak flu.

Nah di atas ini adalah oleh-oleh dari dokter, semoga lekas sembuh kata dokter.

Berbicara akan penyakit yang umum biasanya dokter cukup bertanya mengenai gejala apa yang diderita pasien, bahkan tanpa menyentuh pasien pun dokter sudah tau apa obatnya, sama seperti sore ini dokter menginterogasi saya mengenai klausal yang saya derita, saya menceritakan mengenai obat apa yang sudah saya konsumsi, apa yang saya rasakan, bagaimana kondisi terakhir saya dan wus..wus… resep pun jadi, ekspres pokok nya.

Saya pernah bercerita kepada seorang dokter, mengenai bagai mana mereka bisa dengan cepat mendeteksi dan mengindikasikan penyakit yang diderita oleh pasien mereka, sang dokter pun menjelaskan, kami dikedokteran di ajarkan berbagai macam ciri-ciri penyakit umum dan bagai mana menanganinya serta obat apa yang cocok untuk diberikan serta derefatnya, dan ada salah satu ilmu lagi yaitu mengamati kasus terjadi sekitar beberapa hari terakhir serta berapa banyak pasien dalam jangka waktu itu yang disebut wabah, misal dalam minggu-minggu ini yang menjadi trending adalah penyakit flu, nah gejala flu itu seperti apa, dan cukup mengenali gejala nya maka dengan cepat kami simpulkan apa obat yang diberikan kepada pasien, biasanya dokter hanya memberikan 2 jenis obat plus 1 vitamin sebagai penjaga stamina.

Obat khasanah nya adalah sebuah racun yang diramu sedemikian rupa untuk melawan racun yang sedang berkembang di dalam tubuh kita, maka dalam takaran yang tidak sesuai malahan akan menjadi racun mematikan, kasus keracunan obat masih menjadi momok di wilayah kita, saya teringat akan masa kecil dimana saya pernah mengalami keracunan obat sehingga membuat sebagain saraf ditubuh saya mati, kata ibuku dokter yang menangani waktu itu sudah angkat tangan dan tidak mampu menangani.

Pinicillin adalah pemicu keracunannya kita ketahui bahwa jenis obat berikut adalah sebuah anti biotik, karena tubuh manusia tidak semua bisa menerima obat sehingga terjadilah keracunan obat, maka dokter saat itu menvonis bahwa saya tidak cocok dengan penicillin dan derefat nya. Nah bagai mana saya bisa lolos dari maut tersebut, entah apakah itu adalah sebuah malpraktek atau bukan, tetapi saya melihatnya dari sisi yang berbeda dokter telah berusaha sekuat tenaga walau mereka gagal.

Saat itu saya mempunyai seorang nenek yang berprofesi sebagai bidan setelah melihat kondisi saya maka nenek langsung bertindak yang justru seorang dokter pun tidak tau cara tersebut, hanya karena pengalaman nenek sebagai bidan yang sering menangani anak keracunan. Sepontan nenek langsung membuat tindakan agar saya bisa muntah, dan Alhamdulillah nenek berhasil membuat saya muntah dan dalam sekejap semua kondisi menjadi normal kembali.

Nah pesan yang saya dapat dari kondisi berikut, jika teman-teman mengalami atau mendapati anak keracunan obat biasanya mulut berbusa, mata naik sehingga putih saja yang keliatan, jalan pertama adalah buat agar dia muntah, mengeluarkan semua apa yang sudah tertelan jika sudah mengeluarkan semua lalu segeralah kerumah sakit, banyak pasien keracunan karena tidak dilakukannya pertolongan pertama tetapi langsung dibawa ke rumah sakit sehingga diperjalanan semuanya telah sirna.

Oke kawan, sekian dulu semoga kalian sehat selalu, Amin.