Kategori: Fermentis

Alergi dan pencegahan awal

No Comments Fermentis

 

​Alergi memicu meningkatnya Histamin dalam tubuh dan bisa terjadi kapan saja, mengetahui penyebab pemicu alergi sangat dianjurkan untuk melakukan tindakan pencegahan, alergi bukan berarti tidak dapat disembuhkan akan tetapi alergi susah mengindikasikan penyebab awal mula timbulnya, dibutuhkan kejelian misal sewaktu makan makanan laut atau sedang bermain dengan bintang peliharaan bisa saja menjadi patokan indikasi. Di sarankan ke dokter untuk mendapatkan pertolngan lebih lanjut.

Terdapat berbagai obat untuk mengatasi alergi diantaranya antihistamin, steroid, dan lainnya. Akan tetapi obat patent alias buatan pabrik, mempunyai efek yang kurang baik bagi kelanjutan sehatnya organ tubuh kita utamanya ginjal sebagai organ fugsional penyaring berbagai macam zat yang akan diteruskan ke hati sebagai filter racun, langkah terbaik adalah solusi alami yang paling efektif untuk menghilangkan alergi.

Di antara sekian banyak herbal saya memilih beberapa herbal yang sangat mudah didapat dan tentu dapat dikreasikan dengan kegiatan fermentis kita, berikut adalah beberapa herbal tradisional untuk mengatasi alergi:

1. Madu

Madu membantu merangsang kekebalan tubuh, madu lokal dan alami sangat baik karena langsung dari alam belum mengalami proses kimiawi.

2. Quercetin

Quercetin adalah antioksidan yang dapat kita dijumpai pada makanan seperti apel, berry, bawang dan teh hitam. Quercetin menghambat sintesis histamin sehingga mengurangi gejala alergi.

3. Antihistamin alami

Vitamin C kaya akan Antihistamin alami. dengan memperbanyak asupan vitamin C dari makanan dapat membantu mengobati alergi. Obat-obatan antihistamin bisa pula digunakan untuk memperkuat efek antihistamin alami, tetapi tidak di sarankan.

4. Teh hijau

Teh hijau mengandung antihistamin alami yang membantu meringankan alergi, minum 1– 2 cangkir teh hijau setiap hari dapat menyingkirkan alergi.

5. Cuka apel

Cuka apel dapat mengobati gatal yang disebabkan alergi. Cuka apel dapat diencerkan dalam air dan dioleskan pada daerah yang terkena alergi. Cuka apel juga membantu menyingkirkan bakteri dan kuman.

6. Jahe

Jahe merupakan obat alami untuk alergi yang sama efektifnya dengan madu. Jahe juga merupakan antihistamin alami dan dekongestan. Setengah iris jahe dapat ditambahkan dalam teh atau dimakan dengan madu untuk mengobati dan mencegah alergi.

7. Bawang putih

Bawang putih mengandung sifat antivirus sehingga dianggap sebagai salah satu obat yang paling efektif untuk menghilangkan alergi. Bawang putih mentah lebih efektif daripada yang dimasak, dengan mengkonsumsi 3 – 4 siung bawang putih yang dicampur dengan madu setiap hari untuk mencegah alergi.

8. Peppermint

Peppermint adalah dekongestan alami yang membantu mengurangi gejala-gejala infeksi virus dan alergi. Teh peppermint dapat membantu mengurangi masalah sinus dan membantu menyingkirkan batuk.

Tulisan ini disadur dari :
Red: Endah Hapsari
Source: oketips.com

 

Tradisional COLA ginger bug

Cola atau minuman berkarbonasi yang kita minum terbuat dari bahan kimia dan sangat kurang baik buat kesehatan, tahukah kamu cola yang sehat dan herbal?

Makanan dan minuman tradisional sudah banyak kita lupakan, karena munculnya berbagai rupa restoran siap saji, tak ada satu pun restoran itu yang tidak menyediakan cola sebagai minuman favorit mereka, katanya secara klinis cola dapat menurunkan resiko akibat mengkonsumsi makanan cepat saji dan dengan cepat menetralkan kembali selera makan, percayakah kamu bahwa  cola adalah sebuah trik pemasaran hidangan siap saji tersebut, saya pernah mendengar cerita setelah meminum cola maka perut yang terasa kenyang akan menetralkan kembali asam lambung sehingga gas akan keluar dan membuat perasaan membaik seperti tidak ada masalah kekenyangan lagi.

Artinya cola berperan aktif dalam metabolisme lambung kita, tetapi dilain sisi cola justru ancaman bahaya buat lambung, kembali ke topik awal jika kamu merasa cola itu penting kenapa tidak kita mencari solusi membuat cola herbal yang lebih sehat karena terbuat 100% herbal.

Nama kerennya adalah Ginger Bug, minuman ini berbahan dasar jahe, jahe kita kenal sudah sangat lama, apalagi berbagai macam kreasi minuman jahe sudah banyak kita jumpai, misal di makassar ada sara’ba di bandung ada bandrek, di jawa ada wedang ronde dan masih banyak lagi, bahkan saya pernah menemukan ginger bir disalah satu supermarket besar di makassar.

Yang sudah penasaran, yuk mari kita kepasar dan masuk dapur sekarang juga, terimakasih buat resepnya saya ambil dari Komunitas Fermentis Indonesia, adalah kreasi salah satu kawan fermentis dari ginger bug menjadi gingger ale.

Yuk cara membuat bahan dasar colanya yaitu ginger bug

Bahan:
– 2,5 – 5 cm jahe parut (sesuai selera)
– 3 sdm gula putih (atau 5 sdm)
– 2 cup air
– toples

Cara
– campur semua bahan aduk hingga gula larut.
– tutup dengan kain dan kencangkan dengan menggunakan karet.
– setiap hari 5-8 hari kedepan, tambahkan 1 sdm jahe parut dan 1  sdm gula. Aduk rata (catatan: proses fermentasi tergantung pada suhu ruangan).

Proses fermentasi bisa berlangsung cepat atau lambat tergantung suhu ruang saat itu, sewaktu saya peraktekkan dalam waktu 24 jam kultur sudah bereaksi, cukup cepat prosesnya. Untuk mengetahui apakah kultur aktif lakukan pengecekan jika ada gelembung atau buih-buih pada bagian atas campuran jahe.

Ginger bug dapat digunakan untuk membuat minuman soda fermentasi dengan menjadikan ginger bug sebagai starter untuk 1 liter minuman dapat menggunakan 1/4 cup ginger bug misal untuk pembuatan ginger ale atau root beer atau jus buah.

Ada catatan kecil dari kawan fermentis, untuk menjaga ginger bug tetap aktif, maka harus diberi makan secara teratur. Tambahkan 1 sendok teh jahe cincang dan 1 sendok teh gula per hari jika disimpan pada suhu ruang. Atau bisa juga “diistirahatkan” di lemari es dan tetap diberi makan jahe dan gula seminggu sekali. Untuk mengaktifkan kembali, keluarkan dari lemari es dan biarkan mencapai suhu ruang dan mulai memberi makan lagi.

Oke, salam Fermentis semoga kawanku sehat selalu, tetap mengkonsumsi herbal jauh lebih baik untuk menjaga kesehatan

image
ginger bug kreasiku

Panen JUN kali pertama

Seperti dicerita sebelumnya, bahwa kreasi fermentis itu sangar bervariasi, JUN adalah salah satunya.

Kombucha merupakan warisan dunia yang sangat fenomenal, kaya akan probiotik berbagai macam jenis dan kreasi bahkan manfaat yang sangat mengagumkan, berpaduan dengan madu kombucha menghasilkan JUN kultur, seperti kita ketahui gula tebu menjadi bahan utama kembang biak kultur kombucha, mengganti gula tebu dengan madu akan menghasilkan JUN, persepsi saya ini hanyalah nama, bagaimana jika saya memadukan kombucha dengan cewek yang manis 😂

image

Warna khas JUN yang kecokelatan, mungkin akan berbeda jika saya menggunakan madu hitam atau madu pahit, saat ini saya menggunakan madu asli dari kolaka, kebetulan saja karena ortu saya bisnis madu di kendari terus yang nanya siapa. Pokoknya sangat senang karena ini adalah kali pertama panen JUN, rasanya yang strong cukup membuat bulu kuduk saya berdiri karena rasanya yang strong very fizy.

Kedepan saya akan mencoba memadukan Kombucha atau JUN dengan berbagai rempah yang mempunyai rasa yang khas seperti kapulaga.

okeh selamat malam selamat beristirahat, terus hidup sehat.

Mojito sehat produk rumahan

Mojito, adalah minuman ber-Alkohol  khas Kuba, tak selamanya fermentis harus Alkohol, yuk buat mojito sehat.

image

Kreasi mojito yang sering kita jumpai di negara muslim seperti indonesia adalah memanfaatkan soda non alkohol sebagai bahan baku utama pembuatan mojito, sebagian penggiat fermentis menggunakan WK (Water Kefir) rasa khas asam kefir pastinya sangat menggugah selera dikala dahaga, apalagi menjelang ramadhan mojito sehat yang alami bisa menjadi alternatif cerdas pelepas dahaga dikala berbuka puasa, kefir dipercaya memiliki banyak khasiat karena mengandung bakteri baik seperti lacto basilus yang sangat baik buat pencernaan.

Kali ini saya akan berkreasi tidak menggunakan kefir sebagai bahan baku, malinkan kombucha dan jun sebagai bahan utamanya yang semoga memberikan cita rasa yang berbeda. mojito sebenarnya sangat asik jika dijadikan infuse water yang sangat terkenal itu, cita rasa yang sangat fizy dari WK atau Kombucha menjadikan kreasi mojito kali ini pasti sangat berbeda

Berikut adalah bahan-bahannya:
1. Lemon/jeruk nipis
2. WK/kombucha kultur/Jun
3. Daun mint
4. Jahe (gingger)

Ambil toples atau botol kaca, potong dadu atau iris lemon dan jahe kira2 sampai dapat masuk ke mulut botol 😂 kalau menggunakan toples tidak masalah, remas daun mint agar prosesi mengeluarkan cita rasa mintnya cepat terjadi, setelah semuanya telah siap giliran WK atau kultur kombucha atau jun yang masuk ke botol, tidak usah penuh jika ingin menambahkan air putih sedikit tidak masalah, karena sebagian orang tidak begitu suka dengan khas kecut dari kombucha dan wk, jika ingin mrnambahkan gula cair silahkan, nah agar mojito buatan kita ini lebih greget rasanya bersabarlah sesikit yuk kita 2F sekitar 2 atau 3 hari habis itu masukkan ke kulkas agar bakterinya bisa tidur alias hibernasi.

oke kawan-kawan semoga bermanfaat, spesial thanks buat gambarnya saya comot dari grup komunitas fermentis indonesia, selamat berkreasi untuk investasi kesehatan.

Kreasi fermentis garlic

image
Garlic

sumber foto: fermentasi garlic dari mba rineka dewi alus

Garlic (Bawang putih) dipercaya memiliki kandungan probiotik yang sangat bagus buat kesehatan, variasi pengawetan atau fermentasi dari garlic ini sangat banyak, terlihat di gambar diatas adalah bawang putih tunggal sangat banyak dijumpai dipasaran, jika tidak bisa mendapatkannya gunakanlah garlic biasa saja sudah cukup.

image

sumber foto : fermentasi dari om arie

toni

Membut fermentasi garlic sebenarnya sangat mudah, cukup melakukan standar fermentis saja yaitu menggunakan garam dan cuka, diketahui fungsi garam disini adalah untuk mengurai senyawa dari sayuran atau buah, sehingga vitamin dan probiotik terurai.

Nah saya lebih suka mencampurkan kultur sebenarnya karena proses fermentasi akan lebih cepat dikarenakan sudah tersedia bakteri pengurai jadi mempersingkat waktu, dan rasanya pun khas, saya menggunakan kultur kombuca atau menggunakan cuka apel akan lebih nikmat jika menggunakan JUN kultur untuk mendapatkan sensasi yang berbeda, kreasi sangat dibutuhkan dalam fermentis.

Buat teman-teman yang ingin belajar fermentasi sendiri dirumah, cukup mengikuti resep kecil berikut:

Bahan:
* 5-10 siung garlic (bawang putih) tunggal atau yang biasa
* Kombucha kultur/cuka apel/madu
* Toples/wadah kaca

Cara buat:
Siapkan wadah kaca, tuangkan kultur, bisa madu saja atau JUN atau Cuka apel atau Kombucha terserah saja yang mana disukai, atau kalau mau air garam saja boleh kok kalau suka  😂Sisakan beberapa ruang kosong pada wadah kaca untuk sirkulasi udara, lalu tutup rapat wadah kaca dan simpan selama 2 minggu sampai1 bulan minimal.

Khasiat dari ramuan ini adalah sebagai immune booster, bawang putih dan madu sendiri dipercaya mempunyai kandungan yg baik untuk kesehatan

okeh, selamat berkreasi, thanks mba rineka dan mas toni atas bimbingannya mengenai fermentasi bawang atau garlic, teteup hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat.

Tentang Fermentis

Fermentasi akan selalu dijumpai pada jenis makanan dan minuman apa saja yang ada dimuka bumi ini

Hidup sehat adalah dambaan setiap insan, kualitas hidup tergantung dari apa yang kita makan dan apa yang kita lakukan,  banyak cara yang dilakukan oleh mereka untuk hidup sehat, ada yang menggunakan suplemen makanan, obat-obatan paten bahkan menjaga kebugaran tubuh, apakah Anda percaya bahwa mengkonsumsi obat-obatan paten dari dokter yang mengandung bahan kimia adalah penyembuh? mungkin Anda pernah membaca novel silat laris karya Asmaraman S Khopingho, dimana beliau banyak menceritakan kisah seorang tabib dan berbagai macam jenis ramuan penangkal racun dari peralatan senjata yang digunakan oleh para pendekar, dari semua ramuan yang diceritakan 100% adalah herbal, jaman dulu tak satupun obat dibuat dengan pengganti menggunakan senyawa kimiawi.

Profesi sebagi herbalis memang tidak mudah, mirip seperti dokter yang harus mempelajari berbagai macam obat paten dan senyawa kimiawi, begitu juga dengan herbalis dan tabib, dimana adanya tuntutan untuk mengenal berbagai macam tumbuhan serta khasiatnya, sayapun menyimpulkan Allah tidak menciptakan tumbuhan dengan sia-sia melainkan ada kebaikan disana.

Sudah 1 tahun belakangan ini saya menekuni fermentasi teh, tetapi tanpa saya sadari ilmu yang saya pelajari sangat kuno, teman teman penggiat fermentis mengatakan demikian, ternyata betapa banyaknya hal yang saya lewati selama itu, riset adalah kata kuncinya.

Beberapa minggu lalu saya dikenalkan dengan JUN Kultur, Jun sebenarnya adalah pengembangan dari kombucha, selama ini saya menekuni kembang biak kultur kombucha, dimana bakteri yang dikembang biakkan adalah scoby (simbiotic cultur of bacteria yeast) dari teh, seperti kita ketahui bahwa scoby hidup membutuhkan gula (glukosa) sebagai makanan utama mereka, dalam masa inkubasi glukosa akan terurai menjadi asam dan beberapa enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai probiotik yang jika dikonsumsi oleh manusia maka akan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia tersebut, kembali pada JUN Kultur bedanya adalah JUN tidak menggunakan gula (sugar cane) melainkan madu sebagai sumber utama glukosa yang dibutuhkan oleh scoby.

Madu dengan segala manfaat dan khasiat yang sangat baik bagi tubuh, dengan dipadukan dengan pembuatan probiotik alami melalui scoby justru akan membuat hasil akhir yang sangat mengagumkan.

image
JUN Kultur

JUN adalah salah satu hasil pengembangan dari Kombucha, tampak pada gambar adalah JUN Scoby yang saya kembangkan yang baru berumur 1 minggu masa inkubasi.

Lalu kenapa fermentis?, sebagian orang mengatakan bahwa fermentis tidak jauh-jauh dari pengawetan makanan dan minuman, kita sering melihat seperti pengawetan sayur dan buah, ternyata bukan hanya sampai disitu, mendengar cerita menarik dari teman-teman sesama penggiat fermentis yang fokus pada hidroponik, memanfaatkan kombucha scoby sebagai pupuk, loh kok bisa, mereka sudah lebih dulu melakukan riset sehingga telah didukung oleh pembuktian fakta.