Dari mimpi sampai Aeronautical

Jika Anda mempunyai mimpi-mimpi lalu terwujud, apakah Anda akan senang atau tidak?

Pada tahun 2001 dimana saat itu adalah waktu penantian menyelesaikan perkuliahan di Teknik Elektro, sibuk mencari judul skripsi bahkan mencari partner Tugas Akhir (TA), entah kenapa terpikir ide ekstrim, sejak kuliah saya selalu beranggapan kalau saya salah memilih jurusan yaitu Teknik Elektro, dengan bekal bertanya-tanya akhirnya saya di antarkan oleh salah satu sepupu saya, tepatnya kaka sepupu yang bekerja di Dinas Keselamatan Pemerbangan (baca: Radar) ke bagian Divisi Listrik dan Elektronika Angkasa Pura 1 (baca: AMSC).

Bertemu dengan para petinggi dan pejabat yang mempunyai wewenang terhadap peralatan yang disakralkan oleh mereka yaitu AMSC (Aeronautical Message Switching Center) peralatan ini adalah sebuah Server sebesar lemari buku di Perpus kampus, saya cuman bisa berdecak kagum, ternyata alat ini adalah pengendali lalu lintas udara, memang secara tidak langsung peralatan ini bukan pengendali lalu lintas udara, tetapi alat ini yang menghubungkan semua bandara yang ada di seluruh dunia ini.

Akhirnya saya di ijinkan untuk mengambil data-data mereka, dan sedikit ilmu dari mereka, mengenai peraltan itu, dan singkat cerita jadilah sebuah karya tulis “Aeronautical Message Switching Center untuk operasi keselamatan lalu-lintas udara di Bandar Udara Hasanuddin” waw judul TA yang sangat panjang, Alhamdulillah saya bisa lulus TA dengan nilai memuaskan.

Lemari-lemari besar itu selalu membuat saya bermimpi, saya adalah sarjana Elektro, tetapi TA saya membuat saya lebih berpaling ke dunia IT, karena tugas akhir itu sebenarnya lebih banyak berbicara teknologi Wide Area Network dengan mengimplementasikan komunikasi X25 jadul pada sebuah kanal Comm Server, dari pada Elektro Telekomunikasi. Dan akhirnya suatu ketika saya dihubungi oleh salah satu keluarga yang menginfokan ada temannya pimpinan perusahaan Keselamatan Penerbangan di Bandung membutuhkan seorang karyawan, saya pun tidak mau menyianyiakan kesempatan itu, dan langsung ke Bandung dan mengikuti sejumlah test dan akhirnya, luluslah 3 orang termasuk saya.

Betapa kagetnya, setelah wawancara saya mengetahui bahwa perusahaan tersebut adalah sebuah pabrik yang memproduksi AMSC, sebuah server yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi ku.

“Senang Anda bisa bergabung bersama Kami, ada beberapa yang saya akan sampaikan, bahwa perusahaan kami adalah sebuah Pabrik Elektronika produk kami di antaranya adalah ILS, AMSC, dan Terminal AFTN kesemuanya itu kami develope sendiri menggunakan bahasa C tapi untuk kedepan nya karena salah satu syarat dari ICAO bahwa AMSC harus di sandingkan dan develope menggunakan  PHP MySQL karena kami butuh sebuah database yang bisa menampung data sekitar 1 tahun. Harapan saya Anda bisa belajar lebih giat lagi, jika membutuhkan sebuah literatur silahkan keperpustakaan kantor, atau bertanya langsung dengan staft lain”

Saat itu saya hanya bisa bengong campur aduk, tidak tau mau bicara apa, cuman bisa memperhatikan bapak itu, yang merupakan direktur perusahaan, dan menunjukkan saya sebuah komputer kerja terdiri dari 1 buah komputer yang terinstal RedHat Linux, dan 1 buah komputer lagi terinstal Windows XP, dan menunjukkan lagi sebuah remote destop ke Windows 2003 Server. Saat itu seperti mimpi dan ingin perasaan ingin Gila mendadak =))

Dengan berjalannya waktu, saya berhasil mengimplementasikan sebuah diagram alur AIP (Aeronautical Information Publish) yang selama 4 tahun dipajang di dalam ruangan cuman dirancang dan diberi footnote tanpa di buat aplikasinya, saya sulap menjadi sebuah RDMS MySQL dan membuat prototype Aplikasi nya menggunakan PHP sekitar 1 tahun, dan hasilnya memuaskan, dan menjadi cikal bakan project 4M ADPS (Aeronautical Data Processing System) di tahun ke 2 nya, Alhamdulillah.

Dari mimpi menjadi kenyataan, itulah kerjaan programer, saya lebih banyak menyelesaikan program dalam mimpi, jadi kalau di pikir-pikir, melek dan tidur seorang programer sama saja =)) Sebuah kesenangan tersendiri untuk seorang programer jika programernya bisa di implementasikan, sebuah pelajaran berharga yang saya dapat dari bos yang merupakan salah satu jebolan Elektro ITB, bahwa “Sebuah Aplikasi yang tercipta dari seorang Programer bukanlah hasil akhir, tapi awal dari menciptakan Aplikasi lain”

Selamat tinggal programer, mimpiku sekarang sudah bisa terbang, artinya cita-citaku sudah tercapai, saatnya saya mengejar cita-cita uang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.