Flash back masa hidup

Mengulang sks perkuliahan adalah kesempatan memperbaiki nilai hasil akhir sebuah mata kuliah, ulang tahun seyogyanya adalah kesempatan mengulang kembali coba-cobaan yang belum diperbaiki.

Hari ini saya ganjil genap berusia Tiga Enam tahun, tak terasa semasa dipangkuan ibunda dan panda saya ditimang, dibelai, penuh dengan kasih sayang, bahkan sampai detik ini pun kasih orang tua tak pernah putus, dikala saya sakit atau kesusahan saya pasti kembali ke pangkuan mereka.
Sudah 36 tahun pula kakek, ayah dari ayahku berpulang kepangkuan ilahi, sedikit cerita tentang kakek Sujud Chudasih, beliau meninggal bertepatan dengan hari kelahiranku, ayahku berangkat ke ujungpandang (Makassar) untuk mengikuti prosesi pemakaman kakek di pemakaman umum panaikang, pada saat itu pula di sore harinya di kolaka tepatnya di desa balandete saya lahir tanpa di saksikan oleh ayah, duka bercampur suka, rasa duka yang mendalam keluarga terobati dengan kelahiranku, sehingga saya pun dijuluki titisan atau rehinkarnasi maklum keluarga kejawen masih percaya dengan istilah titisan.
Semasa kecil perlakuan saya tidak jauh beda dengan anak-anak lain dikampung, balapan sepeda, mandi di sungai, cari udang disungai, panjat pohon lobe-lobe, patte burung cui-cui, bahkan turunkan pembatas mesjid dikala orang lagi shalat 😀 sungguh bukan perbuatan terpuji, tapi itulah masa kecil saya, yang sangat jauh dari kata tidak bahagia. Mari kita bandingkan dengan anak-anak sekarang, mereka hanya bisa bermain di gadget.
Merantau ke makassar adalah pilihan terbaik saya kala itu, setelah menyelesaikan sekolah teknik menengah di kendari yang berkonsentrasi di teknik elektro, saya mencoba peruntungan tuk masuk ke salah satu universitas swasta muslim saat itu, saya tidak ingin ikut UMPTN karena saya sadar diri bahwa STM kala itu bukan tandingan tuk berkompetisi di kancah universitas.Tapi lain kata lain perbuatan orang tua berkata lain dan mencoba menghubungi kawan nya yang seorang dosen di UNHAS dan menyarankan saya masuk ke Ekstensi yang baru berumur jagung, waktu itu saya angkatan tahun ke 5.
Singkat cerita saya menyelesaikan pendidikan dengan gelar Sarjana Teknik, ada yang bilang Sarjana Tonji. Suatu kesyukuran kala itu saya bertemu dengan seorang gadis cantik di kampus yang saya persunting tuk menjadi pendamping hidup, 3 orang anak laki-laki menghiasi rumah tangga kami.
Kutu loncat julukan diriku, tak ada pekerjaan tetap di 5 perusahaan selama 13 tahun malang melintang sistem negara yang memaksakan saya tuk menjadi budak di tanah air sendiri, dan akhirnya menjadi pengangguran juga. Hanya doa yang bisa terucap di hari kelahiran, semoga esok ada rencana besar yang akan menghampiri saya, Amin…