25 September 2020

ikhyarBlog

Mozzarella Murah Makassar

HOAX = Provokasi

Membaca klarifikasi di milis Blogger Makassar, membuat hati ku menjadi lega, memang saat ini tidak seperti di tahun-tahun lalu di jalan sunu air banjir masuk ke rumah tanpa permisi dari segala arah.

Sangat tidak terpuji jika informasi yang menurutku sangat sensitif di salah tempatkan sehingga membuat orang resah, pesan nya seperti yang saya kutip dari media yang di share di milis Blogger Makassar mengenai informasi-informasi yang beredar di Black Berry Messenger.

http://makassar.tribunnews.com/mobile/index.php/2013/01/05/bili-bili-meluap-ini-penjelasan-pengelolanya

Pesan tersebut berisi informasi soal luapan air di Bendungan Bili Bili, Kabupaten Gowa. Beredar saat banjir melanda sebagian wilayah Sulsel.

“Mohon do’a.y O:)
Jembatan bili-bili skrg sudah mulai menguap dan sudah lewat dri 30cm dr air yg biasa d tampung , skrg warga sudah mulai berdo’a bersama agar kira nya hujan di hentikan dan tdk trjadi hal2 yg tdk d inginkan…
Tlg d bantu BC bagi warga Makassar O:) O:) O:)
Khusus nya sul-sel !” demikian isi pesan tanpa disunting.

Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel selaku otoritas atas bendungan ini memberi penjelasan. Apa penjelasannya?

“Memang, air di bendungan diluapkan ke sungai setiap musim hujan. Kalau tidak meluap ke mana-mana dan itu lebih bahaya. Nanti, air dari musim hujan ini dipakai saat musim kemarau,” kata Kepala Dinas PSDA Sulsel, Soeprapto Budisantoso sata dikonfirmasi, malam ini.

“Kelebihan air disalurkan melalui pintu penyaluran pembuangan dan memang dibuang lewat situ. Debit air di bendungan saat ini masih normal, saya lupa angkanya. Pesan seperti itu tak usah dipedulikan, bikin susah warga,” ujarnya.

“Tinggi pintu pembuangan empat meter dan baru meluap 30 centimeter. Angka itu masih normal. Sudah tidak normal atau bahaya kalau meluap dua meter. Sirine akan berbunyi dan dalam kondisi bahaya. Mohon warga agar tetap tenang,” kata Soeprapto mengimbau.(*)

   Ahhh dengan klarifikasi seperti berikut membuat saya agak lega, walau tidak lega sepenuhnya, mengingat curah hujan Makassar masih sering, 3 hari lalu rumah kakak istriku di kabupaten Maros terendam air yang membuat kemacetan sampai di Barru, rumah kakak disana adalah panggung, lantai satu sudah terendam banjir untung nya barang-barang dagangan seperti alat-alat tulis semua berada di atas beserta mesin Photo Copy nya.

Teman kantorku sampai saat ini masih ijin, karena rumah nya di sekitar BTN Antara sudah sangat parah katanya, begitu juga daerah Bung dll, masih banyak lagi titik rawan banjir seperti di daerah Tamalate. Makassar sedang berduka saat ini, terlebih saat ini Makassar sedang memulai Pemilu KADA, mulailah koar-koar janji serapah kandidat itu bermain huh….  Ampunilah Makassar ya Allah.

di akhir tulisan ini pesannya adalah Mohon para penyebar berita yang sifatnya sensitif, mohon di pikirkan lagi matang-matang jika memang niat nya adalah agar orang menjadi Resah, terkutuk lah kalian.

Saya pribadi tidak menyalahkan mereka yang meneruskan berita-berita ini, Via BBM, Twitter, FB dan media sosial lain, karena mereka pada dasarnya sangat Resah terhadadap keadaan kita saat ini, sehingga saudara-saudara kita yang lain perlu tau, hanya yang membuat saya menyumpah serapah dan perlu di tanyakan. Siapa yang memulai? atas dasar apa dia memulai? dia sengaja provokasi? atau apa saja secara sadar bahwa itu meresahkan, Semoga Allah yang membalas nya.