Kendari of Paradise 

Penemu, penulis dan pembuat peta pertama tentang Kendari adalah Vosmaer (berkebangsaan Belanda) tahun 1831. saya pun mencoba flash back dengan mencari artikel-artikel di internet dan merangkumnya, saya menemukan kata-kata dalam bahasa belanda

Vosmaer JN (1839) Korte beschrijving van het zuid-oostelijk schiereiland van Celebes, in het bijzonder van de Vosmaers-Baai of van Kendari: verrijkt met eenige berigten omtrent den stam der Orang Badjos en meer andere aantekeningen. Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen 17: 61–184

Saya pun mencoba mengartikannya dalam bahasa indonesia

Vosmaer JN (1839) Deskripsi singkat dari semenanjung selatan-timur Sulawesi, khususnya Vosmaers-Bay atau Kendari: diperkaya dengan beberapa berigten tentang suku Orang Badjos dan catatan lebih lainnya. Risalah Masyarakat Batavia Seni dan Ilmu 17: 61-184

Yang di maksud dalam Kendari dalam bahasa belanda adalah Vosmaers-Bay, mungkin karena yang menemukannya adalah Vosmaers, yang saat itu masyarakat di sana adalah suku orang Bajo.

Mencoba mencari kelompok kata de “Vosmaers-Baai of van Kendari” saya mendapatkan artikel-artikel yang cukup menarik, artikel ini semacam catatan harian Vosmaer JN

“Maar ook de regering in Batavia wist hij ervan te overtuigen dat een handelspost aan de oostkust van Celebes de invloed van het Gouvernement zou versterken. De baai die zijns inziens daarvoor het meest geschikt was, daar zij een natuurlijke haven vormde, had hij zelf ontdekt en daarna hydrografisch opgemeten. Bij besluit van de Gouverneur-Generaal van 6 februari 1835 mocht deze voortaan Vosmaersbaai heten. Jaques uitte in een brief aan Gualterus zijn vreugde over het feit dat hun familienaam vereeuwigd was; tevens vertelde hij daarin dat hij een in de Vosmaersbaai gelegen zandplaat naar zijn toen vijf-jarig neefje Carelsbank had genoemd.”

Arti dalam bahasa indonesia.

“Tetapi pemerintah di Batavia, ia berhasil meyakinkan sebuah pos perdagangan di pantai timur Sulawesi pengaruh Pemerintah akan memperkuat. Teluk yang ia anggap sebagai yang paling cocok, karena mereka membentuk pelabuhan alami, ia sendiri telah menemukan dan kemudian hidrografi diukur. Dengan keputusan Gubernur Jenderal-dari 6 Februari 1835 itu selanjutnya disebut Vosmaer Bay. Jaques dinyatakan dalam sebuah surat kepada Gualterus kegembiraannya atas fakta bahwa nama keluarga mereka diabadikan, juga ia mengatakan bahwa ia adalah sebuah teluk yang terletak di gundukan pasir Vosmaer untuk kemudian nya lima tahun keponakannya Carelsbank telah disebut.”

Indonesia sejak dahulu kala memang di kendalikan oleh Batavia di sebut jakarta saat ini, karena penemuan pulau ini nama Vosmaer di abadikan menjadi Vosmaer-Bay, Kendari jaman dulu adalah tempat paling strategis dan indah, yang menjadi pos perdagangan di pantai timur sulawesi, yang di anggap paling cocok karena membentuk pelabuhan yang alami, mungkin yang dimaksud adalah Teluk Kendari. Tidak sampai disitu, saya pun mulai mencari dan mencari karena rasa penasaran ku terhadap tempat di mana saya dibesarkan ini, sayapun mendapatkan informasi yang merupakan catatan biography Vosmaer.

Vosmaer lahir dengan nama Vosmer Jacques Nicholas pada 16 Maret 1803 di Den Haag, dan meninggal dunia pada 13 Januari 1836. Dia secara sukarela mengambil bagian dalam ekspedisi melawan pangeran Tanette dan menjadikan dirinya tenar pada 3 Juni 1826 di bawah Coehoorn Houwerda dari kemenangan Tjiriwali.

Lalu vosmaer menyeberangi perairan Sulawesi, dan Berlayar di sepanjang pantai Boni dan menemukan teluk yang indah yaitu Kendari, yang di sebut Vosmaers-bay. Di sini ia mencoba untuk mendirikan sebuah usaha komersial. Untuk membawa perdagangan makasar di kuasai lagi oleh mereka, yang sejak beberapa waktu lesu dikarenakan di kuasai oleh pemerintahan belanda Bugis Makassar, vosmaer berencana mengembangkan lokasi di pantai timur, terutama di Teluk Kendari, untuk mempromosikan orang Badjo di diperdagangkan dan jauh lebih cocok untuk menangkap penyu sisik daripada populasi pesisir. Kabarnya memiliki Orang Badjo yang sebelumnya selama bertahun-tahun dengan lebih dari 200 perahu mengunjungi Teluk, namun setelah kepergian pelindung mereka, Aroe Bakoe tidak lagi merasa aman di bawah kepala penduduk. Vosmaer mendapatkan dukungan dari peraturan pemerintah, Pada tanggal 18 Februari 1833 dia pergi dengan kapal cepat ‘Swift’ dan ‘Iris’ ke Kendari.

‘Swift’ tenggelam, dimana Vosmaer seluruh barang nya termasuk jurnal, catatan rekaman yang yang dibuat nya hilang, merupakan buah dari hasil kerja tahunannya. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya dengan ‘Iris’, dan ia tiba di kendari pada tanggal 3 Juni. Upayanya pada awalnya berhasilan. Raja mengabulkan radikal perwira India dan setelah perjalanan kedua ke Kendari dia pada awal 1835, ditunjuk asisten residen Gorontalo. Sebuah pemerintahan-kapal disediakan padanya, untuk lebih mengintegrasikan pantai Sulawesi. Dia berangkat lagi ke Kendari, di mana ia berharap untuk berhasil dalam proyek, para Tobellozeeroovers di Vosmaers-bay dan memberikan mereka sebagai orang-orang tertib di wilayah tersebut untuk menetap. Namun, dalam perjalanan vosmaer terserang  demam yang keras dan meninggal di Buton pada 13 Januari 1836.

Nieuw Nederlandsch biografisch woordenboek. Deel 7
penulis: P.J. Blok en P.C. Molhuysen
sumber: P.C. Molhuysen en P.J. Blok (red.), Nieuw Nederlandsch biografisch woordenboek. Deel 7. A.W. Sijthoff, Leiden 1927
Riset pribadi saya ini di rangkum dari beberapa literatur dari internet, dengan keadaan sadar dan masih waras, jika ada perbedaan pendapat ataupun selisih silahkan merujuk ke-literatur lain bukan asumsi.
[republish]



One Comment

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *