Mahasiswa suka demo

Dengan tergesa-gesa ke kantor absen jam 7:17:27, mengeluarkan nasi kuning dari tas dan langsung menuju pantry, stel televisi nonton berita. Sebenarnya agak tidak mood makan sambil nonton berita demonstrasi dan kekerasan, tapi sudah beginilah dinamika dan berita-berita stasiun televisi di indonesia, kalau bukan demonstrasi pastilah gosip Artis yang kawin-cerai atau lagi kunjungan ke panti buat rayain ulang tahun mereka.

Sekelompok mahasiswa membuat kerusuhan di kampusnya dengan agenda demo kenaikan SPP, sekitar ratusan mahasiswa berunjuk rasa menolak kenaikan SPP di Universitas Islam Negeri Malang, Jawa Timur.

Saya menilai bahwa kenaikan SPP mempunyai sisi yang baik dan kurang baik, Sisi baiknya adalah untuk memperbaiki kinerja universitas, penunjang perkuliahan, dan justru harus memberi motivasi bagi para mahasiswa untuk mengejar prestasi di perkuliahan, bukan turun kejalan meneriakkan anspirasi yang bukan porsinya, menumbuhkan perasaan bagi mahasiswa dan tentunya orang tua siswa bahwa kuliah itu mahal jadi harus di manfaatkan sebaik mungkin. Sisi kurang baiknya jelas adalah bagi mereka yang kurang mampu, mungkin orang tua mereka akan berpikir lebih keras lagi untuk membiayai kuliah anak mereka, salah sedikit mereka berenti kuliah dan lebih memilih mencari kerja dengan kondisi yang belum siap.

Kondisi negara kita saat ini terlalu terpaku dengan yang namanya legalitas, predikat, bahkan akreditasi, setiap orang harus mempunyai ijazah yang di legalkan oleh sebuah instansi pendidikan handal, yang mempunyai predikat dan point akreditasi, padahal bekal mahasiswa mengenai pengalaman mereka akan segala sesuatu baik itu secara teknis atau teoritis tidak boleh di kesampingkan, tidak sedikit mahasiswa yang lolos dunia kerja, tetapi setelah bekerja mereka lebih banyak melongo dan tak tau harus berbuat apa, mereka memang pandai ber-orasi, berbicara dan meyakinkan orang, tapi aktualisasinya nihil.

Entah bagaimana lagi menyikapi hal tersebut, Instansi Pendidikan disamping harus menyediakan sarana buat anak bangsa dan menciptakan mahasiswa yang berkompeten mereka juga harus menunjang terlaksananya proses belajar mengajar, dan semua itu memerlukan biaya.

2 thoughts on “Mahasiswa suka demo”

  1. Sedih setiap liat mahasiswa demo yang anarkis. Alih-alih aspirasinya didengar sama yang dituju, yang ada malah merugikan banyak pihak. Merugikan masyarakat sekitar, citra kampus jadi kurang baik, nama baik daerah kita juga jadi tercoreng. Ah.. pokoknya banyak ruginya deh demo anarkis itu 🙁

  2. ahai ada komentarnya ndy, iya nih, jadi ingat waktu kerja di bandung, kadang malu kalo orang sana bilang “wih ngeri juga makassar yah”, jadi kesannya makassar itu kasar sekali 🙂 . semoga pendidikan indonesia kedepan lebih bagus, mutu dan kualitasnya juga, Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.