Pedihnya hidup yang sangat menyenangkan itu

Ku terjaga pada saat malam hari yang gelap, dada ini serasa sesak bagai tertindih beban yang sangat berat badan terasa kaku, mata terasa sulit tuk dibuka, pelahan-lahan kukuasai kelopak mata, lalu kubuka mata dan melihat sekeliling.

mereka melihatku, ku ingin menyapa mereka tapi tak kuasa tuk menggerakkan mulut ini, kaki pun tak bisa beranjak dari kasur itu, badan serasa kaku, melihat sekeliling ku dengan mata yang sayup, telah banyak orang-orang, papa, mama, adik, nenek, kakek, teman, semua bahkan orang yang tidak aku kenal sekali pun, aku berusaha mengenali wajah mereka satu persatu.

mereka menangis, sampai disitu aku belum sadar, apa yang terjadi sebenarnya, aku bertanya “ada apakah gerangan ini kenapa kalian bersedih?” tak ada satu orang pun menjawab, setelah aku bisa menguasai diriku aku bangun dari tidur ini ditengah orang-orang, lalu aku melihat nya satu persatu, betapa kaget nya ternyata bukan jasad ini yang yang bangun dari peraduannya melain kan diri ku yang lain.

aku melihat jasadku masih terbaring, dengan pulas dan nyeyak, betapa kagetnya jasad itu adalah aku lalu siapa aku ini, lalu ada seseorang dari belakang sana menyahut “engkau adalah engkau, engkau adalah ruh mu, engkau telah meninggalkan jasad mu”

betapa kagetnya diri ini, “siapa kah gerangan engkau dibalik sana kenapa engkau tidak menampakkan dirimu”, lalu dia menjawab “tugas ku sudah selesai wahai ruh, ditahap berikut nya setelah jasadmu diusung ke lahatmu, kamu akan tau sebetapa pedihnya hidup yang sangat menyenangkan itu wahai ruh”

…….. !!

sad

make me sad




3 Comments

    1. pasti kita kembali kepada Nya, mungkin sifat manuasia dan saya rasa sangat manusiawi, jika kita mengingat mati maka seakan pupus semuanya. padahal semestinya menjadi motivasi tuk lebih baik dan terus berkarya, karena mati akan datang kapan saja.

      semoga saya siap Insya Allah. Amin…

  • Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *