Novel Historik Wekoila

Blogging

Novel Historik Wekoila semi fiksi karangan bapak ir.H. Yusran Taridala yang berjudul “Wekoila”  (Anaway Inuanggino Sangia) merupakan karangan sekaligus kajian yang apik syarat akan kisah historikal yang sangat membuka wawasn menurut saya. Di dalam Novel ini penulis ingin menceritakan tentang kisah-kisah sejarah panjang di antara riwayat raja-raja pedalaman yang terkubur bersama kisah cinta, dendam, darah dan air mata yang membasahi bumi warisan To Lahianga di jazirah Tenggara pulau Sulawesi.

Mewarisi arti cinta suci dari mendiang suaminya sri mokole Ramandalangi yang bergelar Langgai Moriana,  putra mokole Rundubeli di Padangguni yang lebih dikenal sebagai Totongano Wonua itu, sri Ratu Wekoila telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan abadi di kerajaan Konawe, sebelum akhirnya ia menutup mata di tengah kisah cinta yang belum selesai. Tapi bumi titisan para sangia ini telah menyimpan kisah cinta Wekoila di atas lembaran sejarah panjang tanah Tolaki hingga tiang-tiang istana Kerajaan Konawe kembali berdiri di paruh awal abad ke-13.

Pusara Wekoila pun berkilau di atas riwayat pertalian darah biru raja-raja Sulawesi diantara kisah abadi Anak Aji di tanah Luwu, Larumbalangi di Mekongga (Tompotikka), Wakaaka di Wolio, Une Ne Labola di Wuna, mokole Niwite di Toburi/Lere (Moronene), Mata Silompoe di Bone dan Tobanuapon di Tanah Toraja.

Novel ini terbagi dari 6 bagian diantaranya

Bagian Pertama : Dendam  di Lembah Bukit
Bagian Kedua : Ilalang Bersimbah Darah
Bagian Ketiga : Cahaya Di Atas Pusara
Bagian Keempat : Kembalinya Tanah Leluhur
Bagian Kelima : Bunga Di Atas Kuncup Cendana
Bagian Keenam : Senja Di Waktu Pagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.