Reparasi tubuh dengan puasa

Blogging

Puasa Daud adalah puasa yang paling disukai oleh Allah. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan padanya,

أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ، وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).
-sumber: muslim.or.id-

Assalamu alaykum, Sahur itu sangat hikmat sekali, terbangun dari tidur tuk menjalankan ibadah memang sangat sulit, godaan demi godaan sejak jam 3 subuh terasa sekali, yes tidak lama-lama Alhamdulillah jam 4 lewat sedikit bangun langsung duduk dan segera berwudhu, teringat akan trik di youtube mengenai trik memutuskan ikatan tali syetan di tengkuk yaitu segeralah berwudhu, memang tidak langsung shalat tahajud tetapi menyiapkan kompor dulu buat masak mie 🙂 kemudian shalat, nah setelah shalat mie telur dan capucino sangat nikmat menemani sahurku kali ini Alhamdulillah.
Tidak ada maksud lain hanya ingin menjadi manusia yang belajar berterimakasih kepada Allah sang khalik, belasan tahun telah diberikan berkah pekerjaan yang baik tetapi dikesibukan itu kadang suka lupa bersyukur, nah dikesempatan yang lowong ini adalah kesempatan yang sangat baik tuk memperbaiki diri dengan waktu yang sangat sempit.
Mendengar kabar berita duka dari kawan-kawan ada beberapa kawan telah meninggalkan kami tuk menghadap sang pencipta, itu adalah tanda bagi kami yang masih hidup, bahwa masih ada urusan akhirat sebagai penyeimbang, oh iya jelas terdengar suara shalawat karena rumah pas samping mesjid 🙂 ana shalat subuh dulu yah ustad, mau laporan dulu.
Alhamdulillah, kita lanjut yah; beberapa bulan yang lalu saya mengalami kholesterol dan asam urat yang tinggi, sehingga ginjal kiri ku bermasalah yang membuat saya KO dan masuk UGD di RS Awal Bross makassar, nah itu adalah sinyalnya, peringatan dini, Allah masih memberikan kesempatan. Setelah itu saya mencoba hidup sehat, tapi apakah dengan kondisi gaya makan kita saat ini bisa sehat, lantas apa yang harus saya perbuat? Sewaktu anak ke 3 kami masih dalam kandungan saya pernah mengantarkan istri karena mendapat rujukan madical checkup di Prodia, sewaktu kami sampai disana tidak bisa dilakukan test karena aturannya adalah harus puasa tidak makan selama 12 atau 14 jam yah, saya lupa. Lantas saya penasaran kok harus puasa apa hubungannya puasa dengan medical checkup, yuk mari kita simak, ini berdasarkan asumsi saya semoga saya salah karena kesempurnaan itu hanya milik Allah semata.
Tidak usah jauh-jauh mikirnya, Allah memerintahkan kita untuk puasa Ramadhan, tujuannya untuk apa? 11 bulan tubuh kita ini dipenuhi makanan keluar masuk entah racun atau apalah, lantas mekanisme tubuh itu agar bekerja normal harus ada masa reparasi, nah puasa ramadhan adalah masa reparasinya, 1 bulan kita mengalami rehabilitasi mental, spiritual dan jasmani. Dari pelajaran yang sederhana itu saya mengambil keputusan bahwa bangin sahur dan puasa adalah kuncinya kesehatan sudah tentu olahraga juga yang utama.
Kenapa puasa daud bukan senin-kamis? Seperti yang dijelaskan oleh perintah Rosul lewat hadist di atas, selain manfaat sehat amalannya juga dapat, sekali mendayung 1000 pulau terlampaui 🙂
Apa spesial dari puasa daud, dari sisi amalan sudah jelas puasa itu tidaklah sia-sia, sehat nya juga dapat, yang spesialnya adalah sebagai latihan tuk menghadapi 1 bulan itu, nah bener sekali Ramadhan, akan sangat berbeda jika terbiasa puasa daud dengan yang tidak, sangat ringan krena saya pun mengalami nya, sudah hampir setahun saya puasa daud jika bertemu ramadhan nikmat sekali.
Saya tidur dulu kalo begitu, terima kasih sudah membaca blog saya.

Harapan baru Angingmammiri di 2016

Blogging

Ketua baru harapan baru, 10 tahun Blogger Angingmammiri akhirnya memiliki figur pemimpin seorang perempuan lagi setelah Rara, panggil saja dia kaka Nunu.

Paras cantik berdarah Arab, tegas dalam bertutur kata, luwes dalam bertindak, orang nya lucu dan kawaii, selama ini hanya dalam chat berinteraksi dengannya, hari ini adalah kesempatanku bertemu dengan sang ketua yang fenomenal itu yang konon kata daeng ipul bahwa dia adalah 100% total blogger kompetisi, 3 kali bertarung di lomba blogger 3 kali pula menumbangkan banyak peserta lain dengan penghargaan juataan rupiah, fenomenal bukhan.

Gathering kali ini menampilkan bintang tamu kaka bunda Mugniar seorang Emmak blogger, penulis hebat bertalenta dengan banyak pengalaman, selama belasan tahun mendedikasikan hidupnya dengan kecintaannya terhadap dunia memulis, berikutnya adalah daeng ipul sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam bertutur kata dalam menulis, saya adalah salah satu dari jutaan penggemar beliau, kata orang kalo ada lomba dan daeng ipul ikut jammako ikut ka nakalah jako 🙂 cyus ka’ nah.

Pertemuan kali ini sangat mengispirasi saya, apa lagi banyak bertemu dengan kawan-kawan lama seperti Dentaq dan Ahmade, eh lupa ada juga kawan baru yang sempat bercakap panjang lebar mengenai blog, dia anggota baru katanya, baru bergabung dengan Angingmammiri, blog nya MenurutCaraku dia bercerita banyak tentang earning blog, adsense dan lain sebagainya, sebenarnya sudah lama saya mengkandangkan cita-cita ku menjadi earning blogger, bukan tidak tertarik, betul kata daeng ipul kalau kita memfokuskan diri pada earning secara instant biasanya kita akan kehilangan identitas sebagai blogger, tidak akan ada gaya tulisan yang menarik dalam blog kita, sebaiknya pisahkan blog earning dan totally blog, maka dengan sendirinya blog itu akan mendatangkan earning.

Tidak mempunyai bahan untuk ngeblog, rata-rata menjadi pertanyaan di gath kali ini, kenapa? Bunda mugniar telah menjawab semuanya, memang bunda mugniar sangat menginspirasi kita tentang bagai mana beliau mendapatkan berbagai macam ide, bahkan kesibukannya dirumah yang notabene tidak memberikannya kesempatan berinteraksi banyak dengan dunia diluar, dibandingkan dengan orang lain yang justru mempunyai banyak kesempatan memperoleh ide-ide menarik, tetapi itu semua salah, justru dikesibukannya di rumah tangga, konon bunda mugniar bisa menghasilkan 2 atau 3 tulisan sehari di dalam kesibukannya mengurus rumah tangga, saya sangat terinspirasi karena saya sebenarnya tidak jauh beda dengan bunda mugniar hanya saja saya ini panda bukan bunda.

Inspirasi dalam menulis, beragam ide harusnya ada disetiap kegiatan sehari-hari kita, blog dan diari tidak jauh beda krena isinya curhatan seharusnya bisa mengembangkan tulisan seseorang, seperti dengan kehadiran gadget android sayapun bisa dengan leluasa ngeblog cukup memasang aplikasi wordpress di gadget, dan tulisan ini pun konon kata penulisnya sambil mengurus anaknya yang masih berumur 7 bulan, ide menarik yah, semoga besok-besok saya bisa lebih rajin ngeblog untuk melatih gaya menulis dan mengembangkannya.

Nongkrong pagi di lelong

Blogging

Hari ini masih suasana subuh Makassar di guyur hujan deras, karena mendapatkan tugas negara mencari ikan buat dagangan #KapurungAMANDA pas hujan reda saya berlomba tuk memastikan tidak kehujanan sesampainya di paotere. Saya selalu suka dengan suasana pagi di paotere, aroma laut, ayir ikan dan sudah tentu mengamati kapal-kapal yang sandar berjajar rapih memindahkan keranjang ikan ke dermaga lelong paotere, sambil mengamati ikan-ikan yang menjadi incaran saya pagi ini.

“Woi… Cakalang mahal” salah satu pemindai ikan berteriak, saya pun mencoba interaksi dengan beberapa pedagang ikan “kenapa kurang ikan daeng?” sambil mengamati ikan yang mereka pindai itu, “Kencan ombaT bos, saingang ikan basar semua” tampak jelas memang lelong kali itu di dominasi oleh ikan-ikan besar, yah saya pun menepi dan menunggu di posisi yang biasa dimana ikan yang saya cari nongkrong.

Sekitar sejam akhirnya ikan itu turun juga dari kapal, sayapun langsung menanyakan dan bernegosiasi, deal harga satu keranjang 120ribu, wow mahal juga, kencan ombat bos 🙂

Kurang serius pengelolaan pelabuhan siwa

Blogging

Perjalanan ke siwa bukanlah perjalanan yang pertama tetapi masuk ke plabuhan siwa adalah kali pertama, suasana pelabuhan yang gersang menunjukkan bahwa pelabuhan ini kurang terurus

Tepat jam 8 pagi, kami sampai dipelabuhan ini, di dalam kabin mobil kami hanya berempat, bapak dan ibuku, saya dan anakku yang masih berumur 4 tahun, saya sedikit sekilas mengamati sejak dari luar sebelum masuk pelabuhan ada beberapa tatanan ruko yang sudah tidak lanjut bangun, mungkin saat pelabuhan itu dipromosikan warga yang ingin berinvest kesana terlalu menggebu dan pada akhirnya ternyata pelabuhan tak terurus dengan baik dan sedikitnya kapal yang beroperasi disana, disana terdapat pasar kecil dengan lapak yang lumayan banyak hanya ada satu kendala yaitu tempat buang air besar dan kecil, ada satu mesjid (mushola) yang dibuat bisnis wc umum masuk akal lah dan bukan masalah buat saya karena mengingat air bersih di wilayah pelabuhan sangat susah, kencing Rp.3.000, Bab Rp.5.000 Mandi Rp.10.000 kalau tidak salah ingat seperti itu tarif nya, kesempatan bisnis yang bagus menurut saya, karena kapal hanya ada jam 2 siang dan malam jam 9 yang nyeberang ke konawe.

Sungguh alot dan bikin sakit hati sebenarnya di pelabuhan siwa itu, karena kapal feri yang kecil sehingga menggunakan sistem daftar yang rancu dan belum tentu bisa berangkat, kami sudah reservasi dengan urutan nomer 10 sejak pagi, pas jam 2 teng muncul jadwal keberangkatan bahwa mobil yang kami kendarai berada di urutan 14 ada apa gerangan apakah ada permainan disposisi didalam sana entah saya taktau, artinya kami harus menunggu kapal jam 9 malam, dan yang menjadi target kami adalah sampai kendari di sore hari, yah nasib kami berkata lain dan akhirnya kami memutuskan untuk balik memutar ke malili tanpak beberapa mobil yang antri sejak pagi yang tergeserpun memutar arah melewati rute malili.

Yang memicu kekecewaan kami terhadap pelabuhan ini adalah bukan karena fasilitas yang kurang layak, karena jelas sangat dimaklumi bahwa lokasi pelabuhan yang memang kurang strategis agag gersang dan pemicunya mungkin intensitas penyeberangan yang sedikit dan intensitas muat kapal juga sedikit, dan yang satu hal lagi yaitu jalur trans sulawesi selatan tenggara sudah terbuka dan sangai baik untuk di lalui, mungkin itu membuat pelabuhan ini kalah promosi.

Sejak kemarin saya menulis curhat ini, semalam saya mendapatkan berita duka bahwa kapal marina yang bertolak ke siwa mengalami tabrak karang dikarenakan cuaca ekstream saat ini, Innalillahi wainna ilaihi rojiun, sampai saat ini saya belum mendengar kabar lagi, informasi dari teman-teman semalam bahwa berita yang menyebar di media beredar foto-foto penyelamatan itu HOAX, doa kami semua semoga evakuasi berlangsung tidak menyulitkan dan semua awak kru dan penumpang selamat, Amin amin ya Allah. Sekian opini saya mengenai pelabuhan Siwa, semoga pihak syah bandar akan selalu berbenah diri dikemudian hari.

Kesamaan budaya Tolaki di Nusantara dan Dunia

Tak Berkategori

Sebelum suku Tolaki mengenal Islam, mereka telah mengenal tuhan dan menyebutnya sebagai Ombu (yang disembah) Ombu di percaya sebagai pencipta alam raya dengan segala isinya baik yang hidup maupun yang mati dipercaya berada diatas langit, sehingga tak asing jika dalam berdoa orang tua dulu sering menengadahkan kepala ke langit dan mengucapkan “poeheno sangia urano lahuene”.

Kepercayaan kuno masyarakat Tolaki bahwa semua jenis benda yang dapat diraba, dilihat dan dirasa, mempunyai “Sanggoleo” atau roh. Maka setiap roh itu dapat menjelma menjadi suatu bentuk serta dapat mempunyai sifat yang sama dengan sifat manusia. Roh yang dalam bahasa Tolaki di sebut “Sangia” diambil dari kata “sanghiang”

Ada beberapa jenis kepercayaan kuno dalam masyarakat Tolaki diantaranya adalah kepercayaan kepada Dewa Poyang Ama (Dewa laki-laki) dan Dewa Poyang Ina (Dewa Perempuan), bisa juga seorang ayah dan Ibu dianggap sebagai Dewa dan menganggap sebagai pencipta manusia, ini dapat dianalogikan dalam bentuk yang sederhana bahwa melalui hubungan bapak dengan ibu manusia itu lahir. Disisi lain bahwa penggunaan kata “Ama” untuk panggilan bapak dan “Ina” untuk panggilan ibu dalam bahasa Tolaki memiliki hubungan erat dengan sistem kepercayaan ini, karena kata Ama dan Ina adalah merupakan nama dari dewa.

istilah Poyang juga di kenal di tanah air bahkan di dunia, Poyang di definisikan sebagai po·yang n 1. leluhur; nenek moyang; 2. Mk moyang (orang tua kakek atau nenek); 3. kl dukun; pawang. Pada kepercayaan asli Siam, Dewa Langit dan Bumi disebut Po Yang dan Mo Yang, pada suku Munda disebut Yhaam dan Yheem, dalam kepercayaan Melayu kuno disebut Poyang dan Moyang atau Ame dan Ine, dalam kepercayaan asli Kamboja disebut Poyang Ame dan Poyang Ine, dalan kepercayaan Sunda Kuno disebut Sunan Bapa dan Sunan Ambu, Giok Tie dalam kepercayaan China. Kepercayaan tentang Tuhan langit dan Tuhan bumi ini tersebar luas di muka bumi ini.

Di Jepang di kenal Izanagi dan Izanarni adalah pencipta Moyang dan Poyang. Di bawahnya terdapat lebih 800 dewa, di antaranya: Tsukiyorni Dewi Bulan, Ebisu Dewi Perikanan, Uzuma Dewa Bahagia, dan Amaterasu Omikami Dewi Matahari. Cucunya bernama Ninigi no Mikoto yang berdiri di tepi langit, lalu ia turun dengan tongkat wasiatnya untuk menciptakan kepulauan Jepang. Setelah kepulauan itu tercipta, ia sampai di Pulau Kyushu membawa pedang, dan cermin. Kemudian ia menemukan tujuh putri sedang mandi dan mencuri baju terbang putri bungsu. Ia kawin dengan putri bungsu itu dan salah seorang keturunannya bemama Jimmu Tenno.

Sebahagian cerita rakyat dan mitos hampir memiliki kesamaan dengan yang lainnya, Mitos ini tersebar di seluruh Asia Tenggara, China, Jepang, Korea, dan sekitamya. Di Sulawesi terkenal cerita Ogo Amas, di Jawa cerita Jaka Tarub, di Filipina cerita Poyaka, serta di Sumatera cerita Putri Tujuh. Di Jepang ada cerita Ha Goromo yang kehilangan baju terbangnya; ia menangis dan akhirnya terpaksa menyerah dikawini oleh seorang pemuda pencuri baju terbangnya itu. Namun tatkala ia telah beranak seorang laki-Iaki dan baju­nya ditemukan kembali, ia terbang kembali ke angkasa. Sang suami menyu­sulnya dengan mengendarai seekor burung rajawali.

Tolaki Masyarakat Nomaden yang handal

Tak Berkategori

Tolaki adalah suku yang berada di Sulawesi Tenggara. yang banyak di jumpai di Kendari dan Konawe. Kerajaan Konawe merupakan cikal bakal berkembangnya Suku Tolaki yang pada jaman dahulu kala masyarakat Tolaki pada umumnya adalah masyarakat nomaden yang handal, mereka hidup dari hasil berburu, yang dilaksanakan secara gotong-royong.

Makanan khas suku tolaki berbahan dasar sagu yang merupakan budaya turun temurun, yang hingga saat ini masih dapat diperoleh asli dari alam. Masakan asli Suku Tolaki sebelum mereka mengenal bercocok tanam adalah sagu yang telah di sajikan dan di ramu sedemikian rupa yang bernama Sinonggi.

Sungai yang besar dan terpanjang di Kendari bernama Sungai Konawe yang membelah daerah ini dari barat sampai ke selatan menuju ke selat kendari merupakan sumber air utama untuk irigasi pengairan sawah dan ladang

Salah satu Raja Konawe yang terkenal adalah Haluoleo yang berarti delapan hari. Masyarakat Kendari percaya bahwa garis keturunan mereka berasal dari daerah Yunan Selatan yang sudah berbaur dengan penduduk setempat, bahkan sampai saat ini belum ada penelitian atau penelusuran dan kajian ilmiah tentang hal tersebut.

Nama besar Haluoleo di dedikasikan untuk nama sebuah universitas negeri di kendari dan bandar udara Kendari yang dulunya bernama Lanud Wolter Mongon sidi berubah menjadi Bandara Haluoleo, penamaan tersebut merupakan sebuah pengenalan identitas lokal.

Suku Tolaki memiliki beberapa rumpun bahasa dan dialeg yang mencerminkan kekayaan dan ke indahan bahasa, keragaman tersebut diantara nya adalah :

Asera, Bungku, Bahonsuai, Kulisusu, Konawe, Kodeoha, Laiwui, Mekongga,  Moronene, Mori Bawah, Mori Atas,   Wiwirano, Padoe, Rahambuu, Tomadino, Tolaki, Wawonii, Waru, dan masih banyak lagi.

Analisa cepat seorang dokter

Blogging

Sore ini saya ke dokter dikarenakan sakit, kalau tidak sakit mungkin saya ke mall HAH… (ko gambar) tepat nya kesebuah klinik di sekitaran jalan cumi-cumi tetanggan dengan jalan sunu, sudah 2 hari demam, tenggorokan sakit, kepala pening, badan menggigil, tapi tidak flu.

Nah di atas ini adalah oleh-oleh dari dokter, semoga lekas sembuh kata dokter.

Berbicara akan penyakit yang umum biasanya dokter cukup bertanya mengenai gejala apa yang diderita pasien, bahkan tanpa menyentuh pasien pun dokter sudah tau apa obatnya, sama seperti sore ini dokter menginterogasi saya mengenai klausal yang saya derita, saya menceritakan mengenai obat apa yang sudah saya konsumsi, apa yang saya rasakan, bagaimana kondisi terakhir saya dan wus..wus… resep pun jadi, ekspres pokok nya.

Saya pernah bercerita kepada seorang dokter, mengenai bagai mana mereka bisa dengan cepat mendeteksi dan mengindikasikan penyakit yang diderita oleh pasien mereka, sang dokter pun menjelaskan, kami dikedokteran di ajarkan berbagai macam ciri-ciri penyakit umum dan bagai mana menanganinya serta obat apa yang cocok untuk diberikan serta derefatnya, dan ada salah satu ilmu lagi yaitu mengamati kasus terjadi sekitar beberapa hari terakhir serta berapa banyak pasien dalam jangka waktu itu yang disebut wabah, misal dalam minggu-minggu ini yang menjadi trending adalah penyakit flu, nah gejala flu itu seperti apa, dan cukup mengenali gejala nya maka dengan cepat kami simpulkan apa obat yang diberikan kepada pasien, biasanya dokter hanya memberikan 2 jenis obat plus 1 vitamin sebagai penjaga stamina.

Obat khasanah nya adalah sebuah racun yang diramu sedemikian rupa untuk melawan racun yang sedang berkembang di dalam tubuh kita, maka dalam takaran yang tidak sesuai malahan akan menjadi racun mematikan, kasus keracunan obat masih menjadi momok di wilayah kita, saya teringat akan masa kecil dimana saya pernah mengalami keracunan obat sehingga membuat sebagain saraf ditubuh saya mati, kata ibuku dokter yang menangani waktu itu sudah angkat tangan dan tidak mampu menangani.

Pinicillin adalah pemicu keracunannya kita ketahui bahwa jenis obat berikut adalah sebuah anti biotik, karena tubuh manusia tidak semua bisa menerima obat sehingga terjadilah keracunan obat, maka dokter saat itu menvonis bahwa saya tidak cocok dengan penicillin dan derefat nya. Nah bagai mana saya bisa lolos dari maut tersebut, entah apakah itu adalah sebuah malpraktek atau bukan, tetapi saya melihatnya dari sisi yang berbeda dokter telah berusaha sekuat tenaga walau mereka gagal.

Saat itu saya mempunyai seorang nenek yang berprofesi sebagai bidan setelah melihat kondisi saya maka nenek langsung bertindak yang justru seorang dokter pun tidak tau cara tersebut, hanya karena pengalaman nenek sebagai bidan yang sering menangani anak keracunan. Sepontan nenek langsung membuat tindakan agar saya bisa muntah, dan Alhamdulillah nenek berhasil membuat saya muntah dan dalam sekejap semua kondisi menjadi normal kembali.

Nah pesan yang saya dapat dari kondisi berikut, jika teman-teman mengalami atau mendapati anak keracunan obat biasanya mulut berbusa, mata naik sehingga putih saja yang keliatan, jalan pertama adalah buat agar dia muntah, mengeluarkan semua apa yang sudah tertelan jika sudah mengeluarkan semua lalu segeralah kerumah sakit, banyak pasien keracunan karena tidak dilakukannya pertolongan pertama tetapi langsung dibawa ke rumah sakit sehingga diperjalanan semuanya telah sirna.

Oke kawan, sekian dulu semoga kalian sehat selalu, Amin.

Anakku menempuh jarak 1000km

Blogging

Perjalanan jauh memang mengasikkan apa lagi mengitari daratan, karena laut dan udara membuat saya galau akan kedalaman dan ketinggian, melintasi trans sulawesi selatan dan tenggara menempuh jarak 1000km lebih, bertolak dari jalan A.P. Pettarani sekitar jam 1:30 dini hari memasuki tol reformasi sampai ke maros sampai ke siwa, tujuan awalnya adalah mengejar kapal jam 2 siang, sesampai nya dipelabuhan siwa masih pagi sekitar jam 8 pagi, di dalam mobil kami hanya berempat, bapak dan ibuku, saya dan anakku yang masih berumur 4 tahun, sungguh alot dan bikin sakit hati sebenarnya di pelabuhan siwa itu, kami sudah reservasi dengan urutan nomer 10, pas jam 2 teng muncul jadwal keberangkatan bahwa mobil yang kami kendarai berada di urutan 14 artinya kami harus menunggu kapal berikutnya lagi, bagai mana tidak bikin gondog, ibu ku yang sedikit tempramen padahal aslinya ibuku itu sosok ibu yang yang paling saya sayangi dan baik hati walau saya sudah punya anak tiga tetap saja dia menganggap saya anak balita, puncak kemarahan dan batas kesabaran ibu ku sudah jebol dan disemprotlah seisi kantor pelabuhan, bapakku yang mempunyai pembawaan yang lebih sabar mengingat beliau adalah orang jawa yang agag kejawen sangat beda dengan ibu yang orang sulawesi langsung-langsung kek jalan tol 🙂
Kami menentukan pilihan menempuh sulawesi tenggara melalui darat, lalu kami berbalik arah menuju palopo dan serunya adalah petunjuk kami hanya penanda kilometer jalan dan google map? what are you doing with the google map, this is sulawesi man, no problem lah sudah berusaha keras dan terbayar sudah akhirnya kami singgah shalat Ashar di masamba (kampung nya evi masamba dandut akademi) hei saya berada di kampungnya Evi D-Akademi loh.
Perjalanan masih panjang jenderal sehabis menunaikan kewajiban kami sebagai muslim, lalu bertolak ke sorowako, pengalaman menarik masih seputar menerka dan again google map hahaha, “pak, kenapa ini di sebelah kiri kita banyak batu-batu kek tambang, seperti saya punya firasat buruk” bapakku sekilas mengamati dan sesekali mengeluarkan kepala menengadah ke atas bukit-bukit batu itu, “iya mas, jangan-jangan kita salah jalan, krena tidak ada rumah hanya gunung di sebelah kiri dan sungai besar di sebelah kanan” ibuku memanggil bapakku dengan sebutan mas yah krena bapakku orang jawa, mobil berhenti lalu bapakku keluar dan mencegat sebuah mobil yang sedari tadi beriringan dibelakang kami, “Pak mau tanya, apa betul ini jalan menuju kendari sulawesi tenggara” bapakku sedikit ketawa dan menoleh ke arah kami yang sedang menunggu jawaban juga “bapak sudah salah jalan, karena jalan ini menuju lokasi tambang, semestinya pas jembatan yang banyak warung di depan sana bapak mengambil arah ke kanan”. Jelas sudah bahwa kita sudah tersesat dan yang membuat ngakak, di persimpangan yang di maksud bapak tadi ada penunjuk arah bertuliskan besar arah kiri menuju lokasi penambangan sorowako dan arah kanan perbatasan sulawesi tenggara kampret bener dah :p.
Saat itu sudah gelap karena kita melewatkan 1 jam pejalanan karena tersesat, dan betul kejadian deh rencana awal kita harus sampai di perbatasan itu masih terang, jalan akses perbatasan trans sulawesi selatan dan tenggara tampak ada penjagaan, ada palang di jalanan dan ada beberapa polisi yang sedang berjaga, bapakku turun melapor karena ada tulisan tamu harap lapor, pak polisi langsung bertanya sambil mengamati pelat mobil kami DD artinya warga makassar “mau nyebrang ke tenggara, berapa orang di mobil pak, bisa liat KTP atau SIM dan STNK nya pak” pertanyaan pak polisi tegas dan ramah, “kami berempat, saya, istri, anak dan cucu, apa di perbatasan tidak ada issu yah pak, maksudnya aman tuk jalan malam?” pak polisi tersenyum dan memberi tanda aman dan selamat jalan kepada kami.
Sangat jauh berbeda kondisi perjalanan kami setelah melewati perbatasan, yang tadinya jalan mulus tiba-tiba berubah drastis hutan, hanya bulan sebagai penerang, jalan tanah berdebu, mendaki dan berkelok-kelok, nah disini adalah awal yang mengganggu areal nyaman anakku yang masih berumur 4 tahun itu, berkali-kali muntah karena mabuk perjalanan. Mungkin sekitar 6 atau 10 KM jalan berbatu nan terjal tersebut sampai akhirnya kami bertemu areal penduduk, sangat lega melihat rumah-rumah tersebut, sungguh rasanya tak terkira.
Kami pun singgah di sebuah warung tuk membeli air mineral saya pun menuju ke arah hutan kakao dan baru kali itu saya turun di tengah-tengah hutan kakao untuk kencing, “Permisi bang saya mau kencing’, entah kenapa bayangan saya seperti ada serigala yang mengawasi dari kejauhan (ah lebay) perjalanan pun kami lanjut dan Alhamdulillah mimpi buruk kami sudah terlewati, jalan yang mulus sampai di kolaka walau tetap penerangan sangat minim.

Hore kami sampai di kolaka, waktu itu sekitar jam 2 malam perjalanan sudah menempuh 24 jam, Kolaka adalah tempat kelahiranku, rumah yang kami singgahi adalah rumah Almarhum nenek dan kakek tempat ibunda ku tercinta di besarkan, sekarang kakak tertua dari ibuku yang tinggal disini, kalau ingin mencari PisangijoAMANDA di kolaka silahkan datang ke jalan Indumo, ada menu spesial juga yaitu Sup ubi, enak loh. Tidak banyak yang kami lakukan disini diantaranya siarah kubur, sejak kepergian kakek dan nenek baru kali ini saya siarah kubur (anak durhaka)
Tepat jam 10 pagi kami bertolak ke kendari, perjalanan kali terasa nyaman, karena berada di kampung sendiri, walau kami melewati hutan, jurang, kelak kelok perasaan tetap nyaman karena kami kenal lokasinya, kolaka kendari kami tempuh 5 jam perjalanan.

Perjalanan yang melelahkan selama 2 hari mengitari trans sulawesi selatan dan tenggara dengan jarak 1000KM lebih akhirnya finish juga bersama Fadli anak ke 2 ku, sungguh pengalaman perjalanan yang tidak terlupakan, saya sering bepergian ksana-kemari tapi menggunakan transportasi udara jika nyebrang antar provinsi.
Sekian dulu pengalaman saya bersama anakku memecahkan rekord perjalanan darat terjauh dalam hidup ku. Yeahhhh.

Dulu beda loh?

Tak Berkategori

Kala kecil dulu saya menghabiskan waktu bermain di luar rumah sepulang sekolah langsung ganti pakaian dan pergi bermain dengan teman-teman entah kemana saja, sungai, gunung, hutan dlsb, biasanya pulang disore hari langsung dapat wejangan dan komat-kamit ortu, biasanya juga dijemput ortu ke tempat bermain lengkap dengan sabetan rotan dibetis.
Akan tetapi sangat berbeda dengan anak-anakku saat ini, hampir seharian menghabiskan waktu di kamar nonton sambil maen game di gadget, sepulangnya sekolah jadwal tontonan sudah di booking, sampai malam hari itu pun jika hendak tidur harus berdiplomasi dulu dengan mereka dan terkadang bikin naik pitam! Dalam hati duh… Mungkin ortuku kala itu mempunyai pemikiran yang sama dengan saya, hanya saya lebih memilih mencubit ketimbang sabet rotan! Ntar dikira klinik bekam yang gratis sabet rotan.
Televisi di rumah, saya menggunakan paket TeleVisi On Demand plus Video On Demand heheh bukan ngiklanyah hanya menginfokan, acara televisi bisa kami putar balik, nah apesnya acara NickLedeon itu bisa di rewind bahkan sampai satu minggu ke belakang, coba saja mulai dari Rabbit Invation, Paw Patrol dll, itu bisa di kilas balik, terus papa dan mamanya kapan nonton :v satu-satu nya acara TV sempat di putar ulang dan kesukaan mamanya yang lagi demam sinetron turki Sheh Rasad itu pun putarnya kala anak-anak sudah tidur, hahaha nyaris saya tidak mengikuti bagaimana jalan cerita sinetron itu, tampak istriku sesekali menyanggah jika saya banyak bertanya “jan’ ki ribut deh” yah saya hanya menikmati kecantikan para pemainnya saja, dan salut se salut-salutnya sama team sensor indonesia, hampir dari awal sampai akhir cerita, bagian dada di sensor :v kan esensi dari film itu berkurang, jangankan itu sangking kreatifnya tuh tukang sensor Sendi teman sponge bob dadanya disensor juga kala berada di dalam botolnya hahahah.
Tetapi satu hal yang ingin saya pertegas disini bahwa jaman dulu berbeda dengan jaman sekarang, bahkan kami para orang tua salah dimensi waktu untuk menerapkan gaya didikan jaman kami masih kecil dulu, pertama adalah lahan bermain di luar sudah semakin sedikit sehingga gadget menjadi alat bermain yang efektiv tetapi sangat bermasalah sengan sel motorik bahkan pola pikir anak. Yang kedua, ini adalah jaman sosialisasi melalui media segala sesuatu cara berkomunikasi menggunakan sosial media, bahkan curhat sampai kerjain tugas sekolah menggunakan sosial media, serta gadget yang mendukung pun makin murah, coba bandingkan di jaman kita dulu. Nah yang ke tiga, peran orang tua dan guru, jaman dulu kalau kita berbuat kesalahan lantas dihukum oleh guru jangan sampai orang tua kita tau, itu bisa berabeh, bisa dapat tambahan sabetan rotan itu dirumah, coba lihat sekarang wah bisa dilaporin itu guru ke polisi heheh.
Akhir kata mari kita belajar tuk menjadi lebih ke-kinian dengan membawa pesan moral dari dulu kala.

Flash back masa hidup

Tak Berkategori

Mengulang sks perkuliahan adalah kesempatan memperbaiki nilai hasil akhir sebuah mata kuliah, ulang tahun seyogyanya adalah kesempatan mengulang kembali coba-cobaan yang belum diperbaiki.

Hari ini saya ganjil genap berusia Tiga Enam tahun, tak terasa semasa dipangkuan ibunda dan panda saya ditimang, dibelai, penuh dengan kasih sayang, bahkan sampai detik ini pun kasih orang tua tak pernah putus, dikala saya sakit atau kesusahan saya pasti kembali ke pangkuan mereka.
Sudah 36 tahun pula kakek, ayah dari ayahku berpulang kepangkuan ilahi, sedikit cerita tentang kakek Sujud Chudasih, beliau meninggal bertepatan dengan hari kelahiranku, ayahku berangkat ke ujungpandang (Makassar) untuk mengikuti prosesi pemakaman kakek di pemakaman umum panaikang, pada saat itu pula di sore harinya di kolaka tepatnya di desa balandete saya lahir tanpa di saksikan oleh ayah, duka bercampur suka, rasa duka yang mendalam keluarga terobati dengan kelahiranku, sehingga saya pun dijuluki titisan atau rehinkarnasi maklum keluarga kejawen masih percaya dengan istilah titisan.
Semasa kecil perlakuan saya tidak jauh beda dengan anak-anak lain dikampung, balapan sepeda, mandi di sungai, cari udang disungai, panjat pohon lobe-lobe, patte burung cui-cui, bahkan turunkan pembatas mesjid dikala orang lagi shalat 😀 sungguh bukan perbuatan terpuji, tapi itulah masa kecil saya, yang sangat jauh dari kata tidak bahagia. Mari kita bandingkan dengan anak-anak sekarang, mereka hanya bisa bermain di gadget.
Merantau ke makassar adalah pilihan terbaik saya kala itu, setelah menyelesaikan sekolah teknik menengah di kendari yang berkonsentrasi di teknik elektro, saya mencoba peruntungan tuk masuk ke salah satu universitas swasta muslim saat itu, saya tidak ingin ikut UMPTN karena saya sadar diri bahwa STM kala itu bukan tandingan tuk berkompetisi di kancah universitas.Tapi lain kata lain perbuatan orang tua berkata lain dan mencoba menghubungi kawan nya yang seorang dosen di UNHAS dan menyarankan saya masuk ke Ekstensi yang baru berumur jagung, waktu itu saya angkatan tahun ke 5.
Singkat cerita saya menyelesaikan pendidikan dengan gelar Sarjana Teknik, ada yang bilang Sarjana Tonji. Suatu kesyukuran kala itu saya bertemu dengan seorang gadis cantik di kampus yang saya persunting tuk menjadi pendamping hidup, 3 orang anak laki-laki menghiasi rumah tangga kami.
Kutu loncat julukan diriku, tak ada pekerjaan tetap di 5 perusahaan selama 13 tahun malang melintang sistem negara yang memaksakan saya tuk menjadi budak di tanah air sendiri, dan akhirnya menjadi pengangguran juga. Hanya doa yang bisa terucap di hari kelahiran, semoga esok ada rencana besar yang akan menghampiri saya, Amin…