28 September 2020

ikhyarBlog

Mozzarella Murah Makassar

puntang 2005

Di pagi yang dingin dengan tas kerel 45 liter di pundakku, bergegas menuruni bukit dimana tempat tinggalku di Cisaladah, saya berjalan menuju ke depan Gerbang UNPAD dimana saya janjian dengan Adi teman kantorku, tak lupa saya menyempatkan diri makan Lontong sayur, dan membeli sebagian makanan ringan tuk bekal nanti, pagi ini kami akan menempuh perjalanan lumayan jauh antar kabupaten sumedang dan kabupaten soreang.

Nah akhirnya saya bertemu dengan Adi dan langsung berangkat naik motor  ke Kabupaten Soreang, tepatnya di Pangalengan, perjalanan jauh pun dimulai, singkat cerita kami sampai juga kerumah A’ dodi, yang merupakan teman kantor kami juga, disini kami mempersiapkan segala kebutuhan, dan kami bertemu ke lima teman pendaki yang lain.

Segala persiapan dan rencana pendakian gunung kami siapkan sematang mungkin, karena Gunung Puntang adalah salah satu Gunung tertinggi di Jawa Barat, kami membagi jadi dua kelompok menjadi empat orang per tim, dengan masing-masing satu Handi Talkie.

Tepat setelah Shalat Dzuhur, kami melakukan perjalanan ke kaki gunung puntang, yang berjarak dua kilo meter dari tempat pertemuan kami.

Sesampai nya di kaki gunung puntang kami bertemu lagi dengan teman-teman Pandu Keadilan dari PKS, dan mendengarkan sedikit arahan dari teman-teman senior pendaki, sambil makan jagung rebus dan ngopi-ngopi bareng.

Singkat cerita kami pun memulai pendakian, mengitari sungai yang ada di bawah kaki gunung, terus terang medan puntang sangat menantang, karena jalur yang kami lalui tidak ada yang landai, semuanya mendaki, bahkan kami sempatkan istirahat minum dengan posisi miring sambil bersandar di tanah, perjalan-demi perjalanan yang melelahkankan pun mulai terasa, badan terbakar cuaca pegunungan yang dingin, nah tiba juga yang kami tunggu-tunggu akhirnya kita sampai juga di pos satu, Allahu Akbar, tak henti-henti aku bersyukur, susana di atas sini sangatlah indah, tempatnya tidak terlalu luas, cukup untuk empat kemah.

Kami memutus kan singgah di post awal, yang menempuh perjalanan sekitar 4 jam, biasanya orang yang lain mendaki sekitar 3 jam 😀 karena saya berdua dengan Adi adalah orang baru, jadi begitulah kira-kira hehehehe, kami langsung melakukan Shalat Ashar dan membuat tenda tuk bermalam, dikarenakan pendakian malam hari di puntang sangatlah berbahaya. Ternyata sushu di puntang sangatlah dingin dan berembun, kami menyalakan api dan menyempatkan makan malam dengan lauk seadanya, waktu tidur saya memutuskan tidur di dalam kemah dan teman yang lain mengunakan Sliping Bag.

Sayup-sayup terdengar suara Adzan, akhirnya saya terbangun, eh ternyata teman kami sudah bangun dan siap-siap shalat subuh, sayapun bergegas bangun, setelah shalat subuh kami lanjut tidur sedikit lagi, dan bangun lagi sekitar jam tujuh pagi, dan sarapan bubur campur gula pasir, dan ngopi-ngopi. sekitar setengah delapan kami bergegas lagi, merapihkan tenda dan melanjutkan perjalanan.

Kami meneruskan perjalanan, perjalanan masih agak terjal, sekitar beberapa jam kemudian kami menemukan jalan yang berkelok-kelok yang agak datar, hanya samping kiri kanan kami pepohonan rata dengan pinggang kami dan agak jarang-jarang, tampak bunga-bunga edelweis sepanjang tebing-tebing, dan akhirnya kami sampai di puncak, yang tampak seperti foto di atas, Alhamdulillah segala puji bagi Allah Yang Maha Esa, yang menciptakan alam ini, yang begitu indah, pemandangan di atas ini cukup serem karena tinggi, tapi sangat indah, kami menyempatkan foto-foto saja sekitar sejam. dan akhirnya kami memutuskan turun gunung.

perjalanan turun gunung menempuh sekitar 3 jam lebih, kami mengambil jalan pintas yang lain, perjalanan agak enteng di saat turun gunung, perjalanannya cepat sekali dan tidak terasa capai, tanpa istirahat dan akhirnya kami sampai di bawah dan menemukan kawasan perkemahan, orang-orang yang berwisata di kaki gunung puntang ini.