30 September 2020

ikhyarBlog

Mozzarella Murah Makassar

saya pengen pensiun dari ginian hikz..hikz..

Berawal dari sebuah laptop bersistem operasi windows 7 yang singgah di meja yang berada di kamarku “Mau di install kan linux bede’ dual boot mi saja” begitu kata istriku pada ku, sekilas benak ini berpikir mungkin si empunya belum siap migrasi ke linux, karena migrasi ke linux itu harus siap lahir batin, jangan setengah-setengah apa lagi dual boot.

Hasil pengecekan ku, hardisk berkapasitas 350GB, mempunyai 3 buah partisi NTFS, semua mempunyai data, yang membuat ku agag pusing adalah di manakah tempat ku menyelipkan linux nya. terpikir lah oleh ku sebuah tools bernama Partition Magic, berjalan di sistem operasi DOS, sudah lama sekali tidak menggunakan aplikasi tersebut semenjak beberapa tahun silam memutuskan menghapus windows vista original di laptopku.

Pada saat menjalankan Partition Magic, ada dua kali Allert yang muncul, kira-kira pesan nya menunjukkan bahwa tidak bisa melakukan rezise partisi karena some thing yang tidak jelas, dan tampilan di monitor dari sektor awal sampai terakhir berwarna kuning, karena tidak jadi maka ku restart lah laptop tersebut, berniat abort kerjaan tersebut.

Di sinilah di mulai petaka itu, laptop tersebut tidak bisa booting dan menunjukkan gejala Mising OS, NAH… APA LU KATA bahasa Mangkasarak nya APA NU KANA.  :selamat

Terus terang saat itu yang ku lakukan adalah naik ke ranjang dan menangis, sekali-kali membenturkan kepala ke tembok sampai puas, terpikir juga tuk mengambil seutas tali rapiah untuk gantung diri, atau mengambil samurai dan hara kiri sungguh menyeramkan  :takut

Inti nya adalah jangan panik, karena kepanikan adalah sumber masalah utama nya, dengan berbekal sedikit ilmu tentang IT, jurus ampuh pun bertindak, mengambil sebuah kepingan CD yang di keping tersebut sudah terpatri GentooOS + TestDisk, tidak usah mi ku jelaskan apa fungsi nya, yang jelas Linux itu bisa di apai saja tergantung siapa pengendara nya.

TestDisk adalah project opensource ber lisensi GPL v2+ bisa di install di selain GentooOS kebetulan saja LiveCD nya make OS itu. Cara recovery partisi yang sudah terformat sangat lah mudah cukup dengan menjalankan TestDisk lalu lakukan Analyze terhadap hardisk target, setelah partisi nya ketemu, lakukanlah capture terlebih dahulu, agar mudah untuk rool back jika terjadi kesalahan pada saat recovery.

Jika ada data atau partisi yang dirasa belum di temukan maka lakukan lah Deep Search terhadap harddisk tersebut, biasa nya waktu yang di tempuh untuk melakukan deep scan itu tergantung besar kapasitas hardisk nya, dalam kasus ini hardisk yang menjadi target adalah 350GB, kisarannya sekitar 45 menit sampai 1 jam.

Nah Partisi sudah kembali seperti semula, hanya windows nya sudah gag bisa booting lagi, karena MBR nya tidak di load, tak apalah, data Skripsi itu sudah kembali pada tempat semula nya 😀 … selamat mencoba, tapi jangan sengaja menformat hardisk mu yah  :hammer: