Monday, 29/5/2017 | 11:28 UTC+7

Tentang Fermentis

Post by relatedRelated post

Fermentasi akan selalu dijumpai pada jenis makanan dan minuman apa saja yang ada dimuka bumi ini

Hidup sehat adalah dambaan setiap insan, kualitas hidup tergantung dari apa yang kita makan dan apa yang kita lakukan,  banyak cara yang dilakukan oleh mereka untuk hidup sehat, ada yang menggunakan suplemen makanan, obat-obatan paten bahkan menjaga kebugaran tubuh, apakah Anda percaya bahwa mengkonsumsi obat-obatan paten dari dokter yang mengandung bahan kimia adalah penyembuh? mungkin Anda pernah membaca novel silat laris karya Asmaraman S Khopingho, dimana beliau banyak menceritakan kisah seorang tabib dan berbagai macam jenis ramuan penangkal racun dari peralatan senjata yang digunakan oleh para pendekar, dari semua ramuan yang diceritakan 100% adalah herbal, jaman dulu tak satupun obat dibuat dengan pengganti menggunakan senyawa kimiawi.

Profesi sebagi herbalis memang tidak mudah, mirip seperti dokter yang harus mempelajari berbagai macam obat paten dan senyawa kimiawi, begitu juga dengan herbalis dan tabib, dimana adanya tuntutan untuk mengenal berbagai macam tumbuhan serta khasiatnya, sayapun menyimpulkan Allah tidak menciptakan tumbuhan dengan sia-sia melainkan ada kebaikan disana.

Sudah 1 tahun belakangan ini saya menekuni fermentasi teh, tetapi tanpa saya sadari ilmu yang saya pelajari sangat kuno, teman teman penggiat fermentis mengatakan demikian, ternyata betapa banyaknya hal yang saya lewati selama itu, riset adalah kata kuncinya.

Beberapa minggu lalu saya dikenalkan dengan JUN Kultur, Jun sebenarnya adalah pengembangan dari kombucha, selama ini saya menekuni kembang biak kultur kombucha, dimana bakteri yang dikembang biakkan adalah scoby (simbiotic cultur of bacteria yeast) dari teh, seperti kita ketahui bahwa scoby hidup membutuhkan gula (glukosa) sebagai makanan utama mereka, dalam masa inkubasi glukosa akan terurai menjadi asam dan beberapa enzim yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai probiotik yang jika dikonsumsi oleh manusia maka akan membantu meningkatkan kualitas hidup manusia tersebut, kembali pada JUN Kultur bedanya adalah JUN tidak menggunakan gula (sugar cane) melainkan madu sebagai sumber utama glukosa yang dibutuhkan oleh scoby.

Madu dengan segala manfaat dan khasiat yang sangat baik bagi tubuh, dengan dipadukan dengan pembuatan probiotik alami melalui scoby justru akan membuat hasil akhir yang sangat mengagumkan.

image

JUN Kultur

JUN adalah salah satu hasil pengembangan dari Kombucha, tampak pada gambar adalah JUN Scoby yang saya kembangkan yang baru berumur 1 minggu masa inkubasi.

Lalu kenapa fermentis?, sebagian orang mengatakan bahwa fermentis tidak jauh-jauh dari pengawetan makanan dan minuman, kita sering melihat seperti pengawetan sayur dan buah, ternyata bukan hanya sampai disitu, mendengar cerita menarik dari teman-teman sesama penggiat fermentis yang fokus pada hidroponik, memanfaatkan kombucha scoby sebagai pupuk, loh kok bisa, mereka sudah lebih dulu melakukan riset sehingga telah didukung oleh pembuktian fakta.

About

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *