26 September 2020

ikhyarBlog

Mozzarella Murah Makassar

TIK di SMA

Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) adalah salah satu kurikulum wajib pada Sekolah Menengah Atas, dimana kurikulum tersebut dipersiapkan untuk membangun generasi muda untuk menyonsong perkembangan era informasi digital saat ini.
Devenisi TIK itu sendiri menurut Wikipedia adalah :

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

 

Ada perbincangan yang cukup apik dan seru di mailing list Linux Aktivis beberapa waktu yang lalu mengenai TIK Indonesia ini, yang initi nya bahwa TIK yang di ajarkan di bangku sekolah ( SMA ) sangatlah kacau, karena sang siswa berusaha mengerjakan tugasnya menggunakan aplikasi opensource karena dia sudah diajarkan oleh kakaknya untuk tidak menggunakan Operating System dan Aplikasi-aplikasi bajakan yang memang marak di Indonesia.

Dia mendapat tugas dari guru TIK-nya untuk membuat sebuah berkas Power Point yang logikanya ada dua buah link pada halaman pertama, satu menuju ke halaman 2, satu menuju halaman 3. Dia membuatnya dengan open-office di distro Ubuntu 10.04 yang jalan dengan lancar saat dites di komputernya yang menggunakan distro tersebut.

Sayangnya berkas PPT yang dibuatnya tidak bisa berjalan saat dites menggunakan MSO2007, dan hal tersebut mempengaruhi nilainya.

Nah Yang membuat kita kurang sreg dengan TIK Indonesia adalah pemaksaan sang guru harus menggunakan program tertentu yang harganya gila-gilaan (kalau tidak membajak) untuk sebuah tugas rumahan yang dibebankan kepada siswa.

bahkan salah satu guru pun mengaku bahawa, kadang-kadang terpaksa berkorban menggunakan mic office, karena file dari atasan (kemdiknas) kebanyakan menggunakan pptx, docx, xlsx

Nah, salah siapkah? dan Kenapa hal ini harus terjadi? buka kah, Keputusan Ka BSN Nomor 41 Tahun 2011 Tentang Penetapan 1 (satu) Standar Nasional Indonesia:

Abstrak:

Nah, ayolah jangan melanggar aturan ah, kan sudah di tetapkan, di dalamnya memang di sebutkan penetapan standar aplikasi perkantoran, dalam hal ini aplikasi perkantoran adalah Office Document Format/Open Office bukan kantornya misal seperti kantor PLN dan lain-lain yah.

Nb: http://jdih.bsn.go.id/index.php?option=com_remository&Itemid=54&func=startdown&id=1184