26 September 2020

ikhyarBlog

Mozzarella Murah Makassar

trafiking

Dipagi hari, Bito setelah menerima telepon, sudah kasak kusuk, ribut sana sini. Melihat tingkahnya yang aneh Agil yang merupakan kakak Bito menjadi merasa tidak tenang,

“Bito, masih pagi loh, kok seperti ada kebakaran saja”

memang waktu masih menunjukkan jam 7:30 Pagi, setelah itu Bito hanya bisa termenung, seperti tanpa ekspresi

“Kak, aku baru ditelepon dari Petty, dan katanya dia berada di makassar” Bito sambil mengusapkan kedua tangannya ke mukanya

“Lah… bukannya kamu harusnya senanglah Petty jauh-jauh datang kesini, memangnya dia tidak mau bertemu dengan kamu? “

Bito menghela napasnya dalam-dalam, dan mulai menjelaskan panjang lebar ke kakanya.

Bahwa pagi ini Bito mendapatkan telepon dari Petty dari sebuah tepat dimana dia di sekap di sebuah diskotik yang sudah sempat di beritahukan oleh Petty, dimana Petty tidak dapat melarikan diri karena dia dijaga oleh bodyguard yang berbadan kekar dan tatoan, yang sudah pasti membuat Petty ketakutan, mereka sebenarnya berjumlah banyak dan sebagian mereka datang ke makassar tuk bekerja, Pety sebenarnya tidak di culik, melainkan di tawari sebuah pekerjaan di kota besar dan akan diberikan honor yang cukup besar.

Petty adalah anak lulusan baru, dan sudah jelas sangat membutuhkan pekerjaan, karena dikampung halaman, anak seperti dia paling banter membantu ortu di rumah atau disawah, karena tergiur oleh rayuan dan gemerlap nya kota tanpa tau akan di pekerjakan dimana, dengana kepolosan seorang anak desa dan pendidikan keluarga yang tidak menunjang akan membawa malapetaka.

Di awal hari bekerja, Petty harus berdandan yang super seksi dan menawarkan minuman beralkohol pada laki-laki hidung belang, tak sedikit parapelanggan yang langsung meraba seluruh badan Petty, dan tak sedikit pula yang langsung memberikan tip sebagai bayaran menemani minum sang hidung belang, memang uang yang didapatkan tidak lah sedikit, dengan merelakan sebagian badan dijamah bisa mendapatkan tip yang lebih besar, dan kadang kala juga sebagian dari mereka menyelipkan uang puluhan ribu ke sela-sela dada mereka atau ke sela-sela rok mini mereka, sungguh pengalaman yang tidak biasa bagi Petty, tetapi sebagian teman-teman petty yang dibawa ke sana merasa senang, mungkin kah memang perkerjaan seperti itu yang mereka cari, karena dengan sekejap mereka bisa menciptakan mesin uang bagi mereka sendiri dan bagi majikan mereka.

***-***

Agil mengambil jaketnya dan langsung keluar dari rumah menuju ke warung kopi tempat dia selalu ngopi setiap saat ntah pagi maupun malam,yang dia anggap seperti rumah kedua baginya, karena dia mempunyai banyak teman disana

“Huh dasar kak Agil, orang lagi kesusahan malah ngumpul minum kopi sama teman-temannya”

Bito sambil mengerutu tidak karuan.

“Bito… Bito…”

teriak Agil dari depan rumah,

“Ayo kita ke tempat tmanmu kita jemput yuk”

Agil dengan teman-teman nya sekitar 15 orang, ternyata Agil membicarakan kepada teman-temannya masalah yang dihadapi adiknya itu, dan memdapatkan respon, dengan mobil open kap dan lima buah motor mereka berangkat ke tempat yang di ceritakan oleh Bito, dan memang tempat itu sangat terkenal dengan dunia malamnya.

setibanya di tempat, memang tampak sepi, karena aktivitas baru akan dimulai pada malam hari, kak Anto yang berbadan besar itu dan tatoan juga langsung menggedor-gedor pintu diskotik yang dituju, dan tidak lama kemudian pintu diskotik itupun dibuka oleh seorang yang berbadan besar pula.

Body Guard : Ada apa ces

Kak Anto : Ada adekku yang namanya Petty disini, tadi na telpon ka, katanya dia di tahan disini benk (nada agak keras, dengan muka  agak di garangkan dikit)

Body Guard : oewww kasi taukko Ahong, ada benk orang cari, itu ana baruyya, yang di kamar belakang, cepakko nah…

tidak lama kemudian, orang yang agak kecil putih kurus berkacamata, dengan baju piyama tidur memakai sendal jepit, keluar .. rautnya memang mirip seperti germo di filem filem kungfu. sang Body Guard tanpak serius menjelaskan kepada orang yang disebut-sebut bernama Ahong itu.

Ahong langsung mendekati kak Anto lalu berkata

“oo itu anak mauko bayal belapa kah, mahal itu kubelikan ki, sama penyalurnya”

Tiba raut kak Anto berubah dan langsung pukul pintu di depannya,

“Suntili adekku nu culik, baru mauko suruka bayar, songklo jinne, kubakar ki ini tempa’praktek nu, masih ada aggota ku diluar lima blas orang, kalo mauko sa kasi turun lagi satu pontiku kesini”

Ahong yang kaget bukan kepalang, langsung berlindung dibelakan BodiGuardnya,

“owehhh cepa ko panggil itu ana’ bikin susah saja”

Tidak lama berlalu, keluarlah seorang gadis yang cukup cantik, yang berpakaian merah transparan yang wajahnya dipoles meakup yang over, dan tanpak kecantikan diraut wajahnya, matanya tanpak memerah karena tangis, Bito pun langsung menyambutnya sungguh tangannya terasa dingin waktu menyentuh tangan Bito, Petty langsung memeluk Bito dan tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih sudah menolongnya.

Mereka bergegas kemobil openkab itu, dan bergeas pulang.

— Tamat —-

*Petty pulang kekampung halamannya, dengan pengalaman yang mungkin tidak akan dia lupakan