Keunikan dan peran warna di kehidupan

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.

Teringat sewaktu masih di bangku sekolah teknik menengah dulu, pak guru pernah menjelaskan bahwa warna-warna yang tampak saat kita lihat akan mewakili frequensi yang berbeda-beda, kami pun tidak percaya serta merta dan akhirnya pak guru mengambilkan kami sebuah alat peraga Raster yaitu sebuah “Electron Gun” yaitu sebuah senapan elektron, bentuknya tidak menyerupai senjata betulan sih hanya sebuah kabel elektroda yang terdiri dari 3 buah senapan yang masing mewakili warna Merah, Hijau, Biru dengan frequensi yang berbeda-beda pula.

Kata guru ku hati-hati karena tegangan Horizontal dari elektroda tersebut adalah 20 KV yah benar Dua Puluh Kilo Volt. langsung lah nyali kami menciut, pak guru mengambil sebuah gelas bening lalu memasukkan sebuah jarum dan ke tiga elektroda tersebut kedalam nya dan menghidupkan alat peraga sejenak kami tersentak menyaksikan 3 buah senapan menembak jarum secara beruntun tersebut sungguh pemandangan yang mengerikan. Pak guru kami pun menjelaskan begitulah proses pembentukan warna yang kita lihat di Televisi. Lanjutkan membaca Keunikan dan peran warna di kehidupan

Ibuku Inspirasiku

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.

Surga di bawah telapak kaki ibu, begitulah yang kami percayai selama ini, sosok perempuan yang sangat menginspirasi hidup ku. IBU yah.. ibu, sosok yang tegar terkadang cerewet tapi itulah ibu orang yang kritis, care dan sangat-sangat sayang terhadap kami anak-anak nya.

Bercerita tentang siapakah ibuku, terlahir di Kolaka sebuah desa kecil di kabupaten sulawesi bagian tenggara, ada yang unik dan menurutku sangat heroik, mengajarkan kami tentang bagaimana mempertahankan hidup. Ibuku terlahir juga dari seorang ibu yang menurutku bukanlah sosok orang biasa yang mempertahankan hidupnya disebuah hutan di kolaka sana, hidup dengan segala macam bahaya dan keselamat diri sendiri, tapi itu dongeng sebelum tidurku dahulu. Lanjutkan membaca Ibuku Inspirasiku

Cita rasa unik nan eksotik

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.

emmmm, kalau bercerita tentang rasa lokal makassar akan mempunyai begitu sedikit pemahaman ku tentang itu, tapi di dalam cerita ini, akan sedikit banyak menggambarkan tentang kebudayaan bugis serta mengenai betapa kuat nya pengaruh makanan khas lokal makassar atau sulawesi selatan yang kami populerkan di kendari, mengenai tekstur, warna, rasa, dan aroma nya yang eksotis sehingga bisa membekas di beberapa tempat di daerah selatan sampai tenggara.

Terlahir sebagai belasteran uhuk.. uhuk.. wehehehe  :wowcantik , tepatnya campuran jawa dan tolaki, dimana lahir di kolaka dan besar di kendari, tidak asing dengan makassar karena Ayahku di besarkan di makassar walau aslinya jawa. Sejak dipertemukan dengan jodoh dara bugis seakan budaya tersebut merekat walau sampai saat ini belum bisa berbahasa bugis tapi dikit-dikit ngertilah. Lanjutkan membaca Cita rasa unik nan eksotik

Bisnis menjanjikan di samping rumahku

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Berhayal tinggal di sebuah cluster lengkap dengan segala fasilitas yang wah adalah impian ku, mungkin percakapan ringan yang cetar membahana ala Jeng Feni seperti ini “Turun harga gila-gilaan cuman hari ini mulai dari 9 (sembilan) jutaan perbulannya, besok harga naik loh”. Mulai hari ini segera set ulang otak mu “di mulai dari angka nol yah” :hammers

Mari lupakan hayalan tersebut! sejak awal menikah, tidak pernah terpikir untuk tinggal bersama mertua di jalan sunu, kedengarannya agak menyeramkan seperti yang di sajikan di sinetron menjelang hari gelap, sosok sang mertua dengan peran watak yang antagonis, tapi nyatanya tidak seperti itu, ahhh ternyata selama ini sudah tertipu oleh sinetron itu.

Tinggal di sebuah rumah yang berpenghuni dengan formasi lengkap ada mertua, ipar, tante, keponakan memang terkesan sumpek tapi lama kelaman menjadi sebuah pengalaman yang menyenangkan, di saat waktu makan tiba, menjadi sebuah kebiasaan orang bugis adalah makan bersama, menurut ku seru-seru saja menyulap susana makan menjadi ramai dimana anak-anak kami dengan para sepupunya yang berebutan makanan, kakak ipar menawarkan makanan, merupakan pemandangan harmonisasi hidup yang seru. Lanjutkan membaca Bisnis menjanjikan di samping rumahku